Jumat, 15 Desember 2017

Pengajian akbar dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW

Aktivitas religi bertajuk pengajian akbar dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di lapangan Desa Kranggan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, menjadi barometer di ruang lingkup kerohanian warga sekitar. Danramil Gurah, Kapten Inf Wahyudi didampingi bersama Muspika Kecamatan Gurah serta Mudiyat selaku Kepala Desa Kranggan, berbaur dengan para jamaah yang memadati areal Masjid Al Fattah Desa Kranggan, Selasa (28/11) malam.

Pada sambutannya, Kapten Inf Wahyudi meminta semua umat muslim untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berbau adu domba atau yang berlatarbelakang ingin memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Pancasila harga mati menjadi ideologi bangsa ini, dan sebagai warga negara yang baik, harus tetap mempertahankannya dari serangan atau rongrongan yang mengatasnamakan apapun.

Kapolsek Gurah AKP Suyono menambahkan, kendati kehidupan sosial masyarakat yang ada di Kediri pada umumnya dan Gurah pada khususnya relatif majemuk, bukan menjadi alasan untuk memisahkan komunitas masyarakat satu dengan yang lainnya. Kebersamaan jauh lebih penting daripada menciptakan permusuhan yang berakar pada kebencian dan saling menghujat.

Sementara itu, diawal saat memberikan tausiyahnya, K.H.Syukron Suwondo dari Blitar mengatakan, kata kunci pertama dalam persatuan dan kesatuan adalah keharmonisan dan seorang muslim harus selalu merasa bersama dengan orang lain, serta dapat menghargai kehadiran orang lain dan menjaga perasaan orang-orang di sekelilingnya. Keadaan saling menyadari dan menjaga perasaan orang-orang disekelilingnya inilah yang disebut sebagai keharmonisan, dan masyarakat yang bersatu dalam keimanan kepada Allah SWT akan saling menjaga agar tidak saling berbantah-bantahan dan bersengketa di antara sesama.
REDAKSI-der

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Perayaan