Jumat, 15 Desember 2017

Kontingen Saka Bahari Sulsel kunjungi titik Kilometer Nol 

Kontingen Saka Bahari Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) berkunjung ke titik Kilometer Nol yang terletak di Pulau Sabang Provinsi Aceh, Senin (04/12). Kegiatan ini merupakan salah satu program kegiatan dari Pelayaran Nusantara (Pelantara) VII Sail Sabang Tahun 2017 yang dilaksanakan mulai tanggal 20 November s.d. 17 Desember 2017.

Adapun beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan kontingen Saka Bahari provinsi Sulsel dalam Pelantara VII Sail Sabang tahun 2017 yaitu pada tanggal 02 s.d. 04 Desember 2017 adalah Acara puncak Sail Sabang yang dihadiri oleh Wakil Presiden RI Jusuf kalla, Penanda tanganan sekaligus peresmian Monumen Pelantara - 7 Sail Sabang 2017 oleh Kadispotmar Mabesal Brigadir Jenderal TNI (Mar) I Ketut Suarya yg dihadiri Forkopimda Kota Sabang dan Komandan KRI BAC 593 serta peserta Pelantara (Saka Bahari dan Bakti Bela Negara ).

Pada kesempatan ini juga, Kadispotmar Mabesal membuka kegiatan Bakti Sosial dan peduli lingkungan, Penyerahan hasil kegiatan pembangunan Sasaran Fisuk dan penyerahan bantuan berupa bahan kontak secara simbolis dan peninjauan ke titik sasaran kegiatan pembangunan fisik dilanjutkan Ramah tamah dan hiburan masyarakat.

kontingen Saka Bahari provinsi Sulsel Pelantara VII Sail Sabang tahun 2017 tersebut juga mengikuti berbagai perlombaan diantaranya Lomba Pluit, Hasta Karya dan Yel-yel serta pada malam harinya dilaksanakan malam renungan dan api unggun serta penutupan perkemahan.

Mayor Laut (KH) Mochtar Panji Lapola selaku pendamping kontingen Kwarda Sulawesi Selatan menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan di Sabang mulai dari tanggal 02 s.d. 04 Desember 2017, Peserta dari Kontingen Saka Bahari Kwarda Sulsel telah mengikuti berbagai kegiatan perkemahan yang diantaranya diperkenalkan dengan bagian dari perbatasan antara Indonesia dengan negara lainnya. "Dengan adanya kegiatan berkunjung ke titik Kilometer nol ini diharapkan para anggota Kontingen Saka Bahari Sulsel dapat lebih mengetahui batas - batas pulau terluar dari Indonesia dan dapat memperluas pengetahuan akan kebaharian yang akan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap Negara Indonesia yang kaya akan Potensi Maritim dan layak untuk dipertahankan dari berbagai gangguan dari negara lain yang ingin merebutnya", ujar Mayor Mochtar.
REDAKSI-SiK

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Peristiwa