Minggu, 22 Juli 2018

Kang Maman partner ideal Kang Emil

Bakal calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil perlu pendamping yang bukan hanya dapat memperkuat elektabilitasnya tetapi juga butuh ‘partner ideal’ yang bisa sinergis bila kelak mereka diberi amanat berduet memimpin Jawa Barat.

Dari sejumlah nama yang belakangan muncul di media massa, anggota DPR RI Maman Imanuhaq rasanya memenuhi kriteria itu.

Dari sisi elektoral, banyak pihak menyakini Kang Maman, sapaan akrab Maman Imanulhaq, bisa menutup kelemahan Ridwan Kamil di beberapa
wilayah.

Misalnya di kawasan Pantura, dimana menurut hasil survei elektabilitas Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, belum menggembirakan.

KH. Abdurrochim, ayah Kang Maman adalah mubaligh kondang yang berasal dari Cirebon. Ia memiliki keluarga dan pengaruh besar di beberapa ‘titik’ di wilayah Pantura.

Dari sekitar dua ribu santri Al-Mizan, Pesantren yang dipimpin Kang Maman, mayoritas berasal dari wilayah 3 Cirebon.

Selain itu, sebagai anggota DPRI RI dari daerah pemilihan (Dapil) IX Jawa Barat, Kang Maman relatif sudah ‘menguasai’ wilayah konstituennya yakni Majalengka, Subang dan
Sumedang.

Tiga hal diatas jadi alasan penting kenapa Kang Maman sangat diperhitungkan untuk meraup suara signifikan di Pantura.

Di luar itu, Kang Maman bakal menjadi pendulang suara dari kaum sarungan, kalangan pesantren.

Sebagai Ketua Lembaga Dakwah PBNU Kang Maman punya relasi luas dengan dunia pesantren di Jawa Barat.

"Menurut saya, Kang Maman adalah suatu “fenomena”, paling tidak untuk Majalengka khususnya, Jawa Barat pada umumnya," ujar Asep Zaenal Aripin.

Sebagai kiai muda yang mengasuh sebuah pesantren, dia sering menjalin komunikasi dengan kalangan LSM, media massa, seniman, sastrawan, dan budayawan.

Lingkar pergaulannya sangat luas dan beragam.

Pesantrennya yang terletak di Jatiwangi selain rutin mengadakan acara keagamaan seperti Maulid, Istigosah dan Khataman Quran juga cukup sering menyelenggarakan momen-momen budaya, seni, dan sastra.

Sejauh yang saya tahu, hingga sekarang, sosok pesantren di Indonesia mayoritas masih merasa asing dengan fenomena seni, sastra, dan budaya. Mereka menganggap bahwa seni, sastra, dan budaya masih merupakan barang asing dan berada di luar Islam. Seni, sastra, dan budaya untuk itu layak dijauhi.

Pesantren Al-Mizan Ciborelang, Jatiwangi, yang diasuh Kang Maman merupakan contoh pesantren langka yang punya apresiasi seni, sastra, dan budaya.

Sejumlah tokoh besar baik agamawan, ilmuwan, politisi, seniman, pejabat publik setingkat menteri dan bahkan Presiden Jokowi pernah hadir di Pesantren Al-Mizan.

KH. Abdurrahman Wahid, Sri Sultan Hamengkubuwana X, Habib Lutfi bin Yahya, Prof Dr. KH Said Aqil Sirodj, Rizal Ramli, Group Musik Slank adalah sebagian nama besar yang datang ke Al-Mizan.

Kang Maman yang mendapat label agamis juga dinilai sebagai penyeimbang Kang Emil yang lebih
persepsikan public sebagai sosok yang nasionalis. Dengan demikian pasangan Emil-Maman adalah paduan nasionalis–agamis, kombiniasi yang ideal untuk peta politik saat ini.

Sebagai pendamping, partner, Kang Maman pas, klop, bagi Kang Emil. Pengalamannya bergumul dengan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan jam terbangnya di DPR RI, membuat ia cair, bisa masuk kesemua lini, hangat dan egaliter.

Kehangatan, keluwesan, dan keegalitrean Kang Maman sangat diperlukan Kang Emil untuk mensosialisasikan program-program pembangunan Jawa Barat, yang akan ditawarkan ke rakyat, pemilik suara pada hari pencoblosan Juni tahun depan.
REDAKSI-ank

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Lain-Lain