Selasa, 23 Januari 2018

Perkuat nasionalisme MA Raudlatut Thalabah lewat Wasbangnas

Agenda wawasan kebangsaan nasional yang memfokuskan diri ke sekolah-sekolah yang ada di Kota maupun Kabupaten Kediri, kali ini dilangsungkan di MA Raudlatut Thalabah Kecamatan Ngadiluwih, dan Kodim 0809/Kediri selaku penyelenggara menyerahkan sepenuhnya pelaksanaan kepada Koramil 07/Ngadiluwih.

Ada dua materi dalam agenda ini, yaitu wawasan kebangsaan dan outbond. Keduanya saling terkoneksi satu sama lain, dikarenakan ada motivasi dalam mendorong semangat belajar serta menanamkan nasionalisme di dalam proses belajar mengajar, Selasa (12/12/2017).

Musibahudin selaku Kepala Sekolah MA Raudlatut Thalabah mendukung terlaksananya agenda ini di ruang lingkup sekolahnya, karena menurutnya banyak hal positif yang bisa diambil, khususnya terkait pendidikan kebangsaan dan memacu motivasi untuk semangat dalam menghadapi permasalahan lewat outbond. Bagi Musibahudin, anak didiknya sangat perlu mendapat input dari luar lingkup sekolah, agar wawasan mereka bertambah dan tidak terpaku didalam ruang lingkup sekolah.

“Pendidikan kebangsaan ini sangat mendidik sekali. Anak-anak setidaknya bisa mengambil hal yang positif untuk pandangan kedepan. Nasionalisme sangat penting, agar mereka tahu siapa diri mereka dan dimana mereka tinggal,” terang Misbahudin.

Lanjutnya, ”Outbond ini sangat menarik, karena ada filosofi menjaga kekompakan dan kebersamaan dalam menghadapi tantangan. Walaupun hanya berupa games, tetapi dalam games itu ada rintangan, ada hambatan, itu yang harus dijalani dan dilewati”.

Sementara itu, Danramil Ngadiluwih Kapten Inf Supriyadi mengambil isi materi kewaspadaan narkoba di lingkungan sekolah dan masyarakat, memahami keberagaman dalam Bhinneka Tunggal Ika serta lebih dalam mengetahui Pancasila sebagai bagian yang tidak terpisahkan sebagai warga negara Indonesia.

“Pancasila itu adalah komitmen bersama dari bapak-bapak pendiri bangsa yang berlatarbelakang berbeda-beda tetapi satu tujuan. Pancasila bersifat mutlak dan absolut sebagai identitas kita sebagai bangsa Indonesia. Jadi kalau mengaku sebagai bangsa Indonesia harus berkomitmen menjadikan Pancasila sebagai identitasnya, terkecuali ia sudah bosan hidup di Indonesia dan ingin pindah kewarganegaraan serta ingin menjadikan negara lain sebagai identitasnya,” jelas Kapten Inf Supriyadi.
REDAKSI-der

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.