Selasa, 24 April 2018

Khitanan massal dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW

Khitanan massal dalam rangka peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW, berlangsung di Kelurahan Blabak Kecamatan Pesantren. Tercatat, 30 anak mengikuti dan menjalani khitanan massal secara gratis ini. Kegiatan ini dihadiri Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibah, Danramil Pesantren Kapten Arm Nur Solikin, Kapolsek Pesantren Kompol Nursyiana dan Camat Pesantren Eko Lukmono Hadi, Minggu (17/12).

Masjid Baiturahman menjadi lokasi pelaksanaan khitanan massal dan pihak panitia juga menyediakan paket tali asih kepada seluruh anak-anak yang dikhitankan secara gratis ini. Disamping itu, pihak panitia menjamin segala pelaksanaan khitanan dilakukan oleh tim medis yang sudah memiliki jam terbang dan seluruh peralatan atau perlengkapan khitanan berstatus steril.

“Khitanan massal ini mendapat respon positif dari warga. Anak-anak juga sangat antusias mengikuti khitanan ini. Saya harap kedepan, kegiatan-kegiatan seperti ini bisa berlangsung dari tahun ke tahun dan rutin dilakukan. Khitanan massal ini harus diakui sangat membantu keluarga-keluarga yang dari pengamatan ekonomi masih kekurangan. Kegiatan ini harus kita dukung bersama-sama,” ujar Eko Lukmono Hadi.

Menanggapi kegiatan berbasis sosial ini, Kapten Arm Nur Solikin berharap kegiatan-kegiatan serupa bisa dilakukan oleh pihak-pihak lain, karena kegiatan ini sangat positif. Selain itu, kegiatan ini juga refleksi dari pihak panitia memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW bersama-sama warga.

Usai berlangsungnya khitanan massal, acara berlanjut pengajian ahad legi yang bakal berlangsung sore ini juga. Sesuai rencana, anggota Koramil 02/Pesantren dan Polsek Pesantren turut ambil bagian mengikuti kegiatan religi ini.
REDAKSI-AnJ

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Perayaan