Senin, 23 Juli 2018

Panen raya di Kabupaten Pati

Pati – Gerakan panen padi bersama tahun 2017 untuk mendukung swasembada pangan yang dilaksanakan di lokasi persawahan Desa Kedungsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati.

Hadir dalam kegiatan tersebut :
1. Dirjen Holtikultural (Dr .Ir. Spundik Sujono K,MM).
2. Bupati Pati(Diwakili Asisten 2 Bpk.Edi Siswanto).
3. Direktur STO (Dr.Prihasto Setyanto).
4. Direktur PPHH (Ir Yasid Taufid).
5. Buflo (Dr. Sarwo Eddy).
6. Perbenihan dan Holtikultural (Ir. Sukarman)
7. Kadis pertanian (Bpk.Muhtar Efendi)
8. Kabid TPH ( Bpk Didik Eka H )
9. Dandim 0718 Pati (Letkol Arm Arif Darmawan S.Sos).
10. Anggota DPRD Pati (Bpk.Adji Sudarmaji)

Dirjen Holtikultural menyampaikan bahwa kedatangannya ke Pati adalah perintah dari Menteri Pertanian untuk melihat langsung panen raya ini dikarenakan Pati adalah salah satu wilayah lumbung padi di Jawa Tengah.

"Dulu bulan Januari-Februari adalah bulan paceklik, namun saat ini kita bekerja sama agar tidak terjadi paceklik di bulan bulan itu.
Beberapa bulan terakhir ini Upsus di Jateng posisi di atas rata-rata, tentunya ini adalah kerja sama antara Kodim, pemerintah daerah dan kelompok tani, serta para PPL yang selalu mendampingi para petani.

Pemerintah selalu memberikan dukungan mulai dari bibit, penyediaan pupuk serta alat pertanian yang bisa dipakai untuk meningkatkan hasil pertanian tersebut. Penggunaan Alsintan ini dikoordinir oleh Kodim karena sudah ada MoU antar instansi.

Tentunya dengan hasil panen ini diharapkan petani menjual hasil panen kepada Bulog, jangan lagi ada yang menjual kepada tengkulak-tengkulak, imbuhnya.

Panen raya seluas 1 Ha milik Bpk Basuki Abisono Rt 06/3 Desa Kedungsari Kec Tayu, Kab. Pati dilakukan secara manual dan juga menggunakan alat Combine Harvester (alat pemanen padi otomatis) bantuan dari Kementan.
REDAKSI-der

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Pertanian