Jumat, 21 September 2018

Pelaku pembunuhan di Poin Mas, Pancoran Mas Depok, berhasil ditangkap

Dalam tempo 2x24 jam, AM (20) pelaku utama dalam kasus pembunuhan yang menewaskan Feri Firman Hadi (50) di kediamannya di komplek Poin Mas Blok A2 no 5 Pancoran Mas Depok, akhirnya berhasil ditangkap. Sebelumnya diberitakan bahwa tanggal 3 Januari 2018 sesosok mayat pria paru baya ditemukan tewas membusuk di dalam kamar. Setelah melalui proses penyelidikan dari beberapa saksi dan cctv yang ada di sekitar rumah korban, diketahuilah bahwa pelaku pembunuhan diketahui dikenal oleh korban. Hal ini berdasarkan petunjuk di TKP yang tidak terdapat tanda tanda kerusakan pada pintu maupun jendela.

Pelaku AM (20) ditangkap di perkebunan Kampung Bojong Desa Sukamulih, kec. Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Menurut keterangan dan pengakuan pelaku, pelaku menghabisi korban lantaran kesal dikatakan oleh korban, bahwa pelaku hanya bisanya meminta-minta uang saja. Mendapatkan perkataan seperti itu pelaku yang sebelumnya, pada tanggal 10 Desember 2017 ke rumah korban dengan tujuan meminjam uang pada korban, namun oleh korban ditepis, dan korban memberikan bantuan agar pelaku tidur saja dan tinggal bersama korban, pelaku sering dimintai pertolongan memijit korban.

Pelaku yang kesal dikatakan seperti itu, pada tanggal 11 Desember 2017 pagi hari, sekira pk. 05.30, pelaku menusukan gunting pada leher bagian kanan tubuh korban, korban yang masih dalam keadaan hidup, dipukul kembali oleh pelaku dengan menggunakan kursi ke kepala korban. Setelah korban meninggal, pelaku panik dan melarikan diri.

Korban yang meninggal dari tanggal 11 Desember 2017, mayatnya baru diketahui pada 3 Januari 2018 oleh saudara korban yang curiga, korban tidak pernah bisa dihubungi selama hampir 3 minggu. Pelaku pembunuhan, saat ini berada dalam tahanan Jatanras Polda Metro Jaya.
REDAKSI-SiK

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Lain-Lain