Jumat, 23 Februari 2018

Gotong royong membuat jalan

(Kab. Kuningan), Bencana alam merupakan peristiwa luar biasa yang dapat menimbulkan penderitaan luar biasa bagi yang mengalaminya. Bahkan, bencana alam dapat menimbulkan banyak korban cedera maupun meninggal dunia. Bencana alam juga tidak hanya menimbulkan luka atau cedera fisik, tetapi juga menimbulkan dampak psikologis atau kejiwaan.

Demikian hal yang dilakukan Babinsa Desa Legokherang dari Koramil 1504/Subang Kodim 0615/Kuningan Sertu Rahmat Pujianto bahu membahu dengan masyarakat bergotong royong melaksanakan kerja bakti membuat jalan sementara, pascabencana alam tebing longsor di Desa Legokherang, Kec. Cilebak, Rabu (10/1).

Mengingat dampak yang luar biasa akibat bencana alam, maka penanggulangan bencana alam harus dilakukan dengan menggunakan prinsip dan cara yang tepat. Pembuatan jalan sementara bertujuan untuk membuka akses jalan agar bantuan bisa masuk dan evakuasi bisa dilaksanakan dengan cepat dan tepat. Babinsa Desa Legokherang dari koramil 1504/Subang Sertu Rahmat Pujianto dengan tanggap melaksanakan rekronstruksi setelah terjadi bencana. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar bencana alam tidak terlalu banyak menimbulkan dampak buruk bagi korban bencana alam.

Babinsa Desa Legokherang dari koramil 1504/Subang Kodim 0615/Kuningan Sertu Rahmat Pujianto menjalankan perannya sebagai TNI untuk menanggulangi bencana alam yang terjadi di daerah sebagaimana yang diatur dalam undang-undang Republik Indonesia nomor 24 tahun 2007 tanggal 26 April 2007.

Disamping tugas dalam pengamanaa Pilkada serentak 2018 sebagian dari Anggota Kodim 0615/Kuningan yang tergabung dalam Tim Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) telah diterjun untuk menangani Bencana Alam longsor tebing di Kec. Subang dan Kec. Cilebak, Kab. Kuningan. (Mr. Bray/ Cartaz).
REDAKSI-der

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.