Selasa, 24 April 2018

Sosialisasikan resapan buatan melalui biopori

Pembukaan pembuatan biopori di ruang lingkup dunia pendidikan, pagi ini dilangsungkan di SDN Pandantoyo, Kecamatan Ngancar.

Pembuatan biopori ini juga diikuti Danramil Ngancar, Kapten Czi Martono, Kapolsek Ngancar Hadi Purnomo dan Camat Ngancar Supriyanto serta seluruh Kepala Sekolah se-Kecamatan Ngancar, Minggu (14/1).

Target atau realisasi pembuatan biopori secara spartan di sekolah-sekolah, mencapai 1.000 lubang dan secara langsung siswa-siswi yang tergabung dalam gerakan kepanduan atau lebih dikenal Pramuka, turut membuat biopori di ruang lingkup sekolah masing-masing.

Sesuai rencana, lubang akan dibuat dengan kedalaman sekitar 30 cm dan untuk bahan utama biopori adalah pipa paralon yang biasa digunakan untuk saluran air.

“Di Koramil-Koramil juga sudah ada biopori dan itu sudah disosialisasikan di desa-desa hingga kecamatan. Tidak hanya di ruang lingkup Koramil, Kantor desa atau kantor kecamatan, tetapi ditempat-tempat yang resapan airnya rendah, juga sudah dibuatkan biopori,” terang Kapten Czi Martono saat menyampaikan sambutannya.

Pramuka punya peran, selain menggembleng generasi muda untuk aktif dalam kegiatan kepanduan dan lebih mengarah pada sosial, Pramuka punya peran tersendiri yang bisa menggali segala potensi SDM di sekolah-sekolah. Untuk itu, seorang Pramuka harus bisa menyatu dengan lingkungan, termasuk pembuatan biopori ini.

Sementara itu, M Arief dari UPTD Ngancar menjelaskan secara singkat maksud dan tujuan dari pembuatan biopori ini hingga pembuatan biopori yang benar dan bisa dilihat hasilnya.

M Arief juga mengimbau siswa-siswi untuk senantiasa menjaga lingkungan hidup disekitarnya.

Di puncak acara, Danramil, Kapolsek dan Camat Ngancar bersama-sama siswa-siswi yang tergabung dalam Pramuka, membuat lobang biopori di halaman SDN Pandantoyo.
REDAKSI-ank

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Lain-Lain