Kamis, 22 Februari 2018

Saat panen melimpah, petani berharap pada Babinsa `pemerintah jangan impor beras`

Demak - Babinsa Koramil 10/Guntur Kodim 0716/Demak Kopka Mulyadi melaksanakan upaya khusus (Upsus) pendampingan pertanian panen padi milik Bukhori (60) kelompok tani SAE Desa Turi Tempel Guntur dengan luas 1 Ha, jenis padi Ciherang dengan hasil yang memuaskan sekitar 8,4 ton, Kamis (18/1/2018).

Pendampingan pertanian dengan para petani, maka Babinsa akan lebih menyatu dengan rakyat dan kemanunggalan TNI dengan rakyat akan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa karena sesungguhnya jati diri TNI adalah tentara yang lahir dari rakyat dan berjuang bersama rakyat.

Babinsa bisa berperan sebagai komunikator, fasilitator, advisor, motivator, edukator, organisator, dan dinamisator melalui pengawalan dan pendampingan kegiatan upsus peningkatan produksi padi dalam pencapaian swasembada pangan.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi produksi, salah satu di antaranya pendampingan dan pengawalan.

Anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 10 Guntur selalu berupaya maksimal dalam melaksanakan upsus pendampingan petani dalam menyukseskan Program Swasembada Pangan Nasional dan upsus pendampingan petani ini merupakan wujud kepedulian TNI melalui Babinsa terhadap wilayah binaannya dengan harapan dapat terjalin hubungan yang kuat antara petani dan Babinsa.

Sementara itu menurut kelompok tani SAE, salah satu kelompok tani Desa Turi, dengan ketua kelompoknya bapak Sengari (52th) mengungkapkan bahwa dengan adanya Babinsa di Desa Turi Tempel, kelompok tani SAE sangat senang karna disamping bisa membantu para petani disaat panen, Babinsa juga memberi semangat para petani saat bekerja. "Jadi kehadiran Babinsa Desa sangat diharapkan, Babinsa juga bisa menjaga ketertiban di Desa itu sendiri," ungkap Sengari.

Sengari menambahkan, melalui Babinsa mengharapkan kepada Pemerintah jangan sampai pemerintah mengimpor beras karena kalau pemerintah mengimpor beras akan merugikan petani,"kata Sengari mengungkapkan kepada Babinsa Kopka Mulyadi.

"Empat bulan sudah kami lakukan tanam. Ini hampir panen. Lha kok pemerintah malah berencana impor beras. Apa enggak merugikan petani?," ujarnya.


Kalau sampai pemerintah impor beras bersamaan dengan panen raya, maka sama saja dengan merugikan petani. "Harga beras bisa jatuh gara-gara kemasukan beras impor," katanya.

Di MT (Musim Tanam) I 2018 untuk Desa Turi tempel cukup Bagus dan memuaskan dan tepat waktu karena panen bisa dilakukan pada bulan Januari."Semoga saat panen ini. Beras impor tidak jadi masuk. Biar petani bisa sejahtera karena harga beras bagus dan menguntungkan mereka," pungkasnya.(Pendim 0716/Demak)
REDAKSI-der

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.