Kamis, 22 Februari 2018

Satgas kesehatan TNI masuki kampung-kampung terpencil di Asmat

Personel Tim Gabungan Satgas Kesehatan TNI Kejadian Luar Biasa (KLB), terdiri dari Pusat Kesehatan TNI, Pusat Kesehatan TNI AD, Dinas Kesehatan TNI AL dan Dinas Kesehatan TNI AU bersama dengan Dinas Kesehatan wilayah setempat, bergerak cepat memasuki kampung-kampung terpencil yang berada di Kabupaten Asmat, Papua, dalam rangka mengobati warga yang terkena wabah penyakit, Jumat (19/1).

Dalam pelaksanaan tugasnya di lapangan, Satgas Kesehatan TNI dibagi menjadi delapan Tim Kesehatan Gabungan yang terdiri atas TNI, Dinkes, Pemda Asmat dan Aparat Kewilayahan diterjunkan ke Distrik (Kecamatan) di wilayah Kabupaten Asmat dengan menggunakan speed boat sebagai transportasi utama menuju titik-titik lokasi.

Pada tanggal 19 Januari 2018, para dokter spesialis dan paramedis bersama personel puskesmas setempat mendatangi rumah-rumah warga dengan melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan pemberian vaksin kepada anak-anak. Data pengobatan yang sudah tercatat oleh Satgas Kesehatan TNI KLB, diantaranya : 980 anak Kampung Kasuari, 110 anak Kampung Sohomae, 257 anak Kampung Suagai, 131 anak Kampung Yerfun, 181 Kampung Amagais, 219 anak Kampung Amaru, 82 anak Kampung Amkai, 18 anak Kampung Suru-Suru, empat anak Kampung Berimono, dua anak Kampung Tomor, satu anak Kampung TII, lima anak Kampung Munu, tiga anak Kampung Ocemet dan satu anak Kampung Pirian. Sementara untuk pengobatan penderita gizi buruk sebanyak 11 orang, pelayanan rawat inap 53 orang, pengobatan terhadap penderita campak 7 orang.

Data sementara berdasarkan laporan Posko Satgas Kesehatan TNI Kejadian Luar Biasa (KLB) tanggal 17 s.d 19 Januari 2018, sekitar 4.006 warga Asmat telah mendapatkan pelayanan kesehatan dari Satgas TNI bekerjasama dengan Kemenkes RI dan Dinas Kesehatan Pemda setempat. Pelayanan kesehatan tersebut, diantaranya imunisasi 3.511 orang, penanganan gizi buruk 55 orang, pengobatan campak 397 orang, malaria empat orang, TBC empat orang, dyapesia tiga orang dan pengobatan tetanus satu orang.

Satgas Kesehatan TNI KLB juga menempatkan sembilan dokter spesialis anak di RSUD Agats, Kabupaten Asmat, dikarenakan jumlah penderita anak-anak yang dirujuk dan dirawat di rumah sakit tersebut sangat banyak.

Disamping itu, Satgas Kesehatan TNI KLB juga mendistribusikan beberapa logistik untuk masyarakat Asmat, Papua, yaitu TB 1 (biskuit) 2.100 box, FD 3 (susu) 1.968 box, T2A (nasi) 840 kaleng, T2B (nasi) 1.140 kaleng, T2C (nasi) 1.130 kaleng, makanan tambahan Balita 1.344 box, makanan tambahan ibu hamil 588 box, Biskuit Malkis 28 bungkus, Beras 280 kg, Biskuat 48 bungkus, pakaian bekas delapan koli dan minyak goreng 900 ml 16 botol.

Sementara itu, Dansatgas Kesehatan TNI KLB Asmat, Brigjen TNI Asep Setia Gunawan yang sehari-hari menjabat sebagai Danrem 174/ATW mengatakan bahwa selama satu bulan, para personel Tim Kesehatan Gabungan Satgas akan fokus terhadap penanganan campak dan apabila satu bulan sudah bisa teratasi akan bergeser ke tempat lain.

“Tim Kesehatan Daerah, baik dari TNI khususnya dari Kodam XVII/Cenderawasih akan tetap di sini, kita targetkan sampai tiga bulan untuk penanganan campak selanjutnya gizi buruk. Ini konsepnya akan berlanjut oleh Pemerintah Daerah,” ujarnya.

Menurut Brigjen TNI Asep Setia Gunawan, wabah penyakit campak dan difteri di kampung-kampung Kabupaten Asmat kebanyakan yang menjadi korban adalah bayi dan anak-anak kecil.

“Atas nama Satgas Kesehatan TNI danPemerintah Daerah, saya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang sudah banyak berpartisipasi memberikan bantuan untuk meringankan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa wabah penyakit di Asmat. Kami juga menghimbau,apabila masih ada yang berkenan memberikan bantuan, kami siap untuk membantu mendistribusikannya,” kata Brigjen TNI Asep Setia Gunawan. (Badar/Puspen TNI)
REDAKSI-ank

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.