Senin, 23 Juli 2018

Danlantamal VI rayakan Natal Oikumene bersama para prajurit

Makassar, Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) VI Laksamana Pertama TNI Yusup, S.E., M.M merayakan Natal Oikumene bersama prajurit beserta keluarga besar Lantamal VI. Perayaan Natal tahun ini digelar di Gereja Lantamal VI, Rabu (31/01/2018).

Perayaan Natal ini melibatkan 4 jemaat gereja yang ada di Lantamal VI, yaitu Gereja Kibaid, Gereja Toraja, Geraja GMIS dan Jemaat Gereja GPIB Emanuel.

Danlantamal VI dalam sambutannya mengatakan, sesuai tema perayaan Natal Oikumene “Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu (KOL 3:15)", ia mengajak para umat kristiani Lantamal VI dapat meresapi arti dan makna tema Natal tersebut untuk meningkatkan perilaku kehidupan yang lebih baik.

Lebih lanjut, Perwira Tinggi TNI AL Bintang Satu ini mengajak seluruh warga kristiani untuk meneladani sikap dan perilaku yang dicontohkan oleh Yesus Kristus.

Perayaan Natal diawali dengan ibadah bersama dilanjutkan laporan ketua panitia serta dengan Paduan Suara GMIST, Paduan Suara GPIB (Kolintang), dilanjutkan pesan Natal oleh pendeta Paul Latuperissa S. Th serta kembali dihibur dengan paduan suara Lantamal VI, Vokal grub pemuda Kompleks Dewakang. Perayaan Natal diakhiri dengan doa syukur.

Pada kesempatan yang sama orang nomor satu di Lantamal VI ini memberi tali asih berupa sembako kepada jemaat yang hadir pada perayaan Natal Oikumene. Pemberian tali asih sebagai bentuk kepedulian Danlantamal VI terhadap sesama.

Hadir pada acara ini, para Asisten Danlantamal VI, Kadis/Kasatker, Pdt. Fransiskus Rupa M.A., dari Gereja Kabaid, Pdt. Kristina M. M.Th dari Gereja Toraja, Pdt. Golda T S. Th Gereja GMIS DAN Pdt.Paulus Mangkura Latuperisa dari Gereja GPIB, beserta keluarga besar Lantamal VI yang beragama Kristiani.
REDAKSI-der

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Perayaan