Sabtu, 18 Agustus 2018

Prajurit dan PNS Kolinlamil bentengi diri dengan vaksinasi difteri

Untuk mencegah berbagai penularan virus penyakit yang berkembang dimasyarakat, jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) mendapatkan imunisasi vaksin difteri yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kolinlamil, Jumat (02/02).

Sejumlah 234 personel berbondong-bondong menuju beberapa lokasi yang menjadi tempat untuk mendapatkan imunisasi vaksin difteri. Beberapa tempat yang menjadi lokasi vaksinasi diantaranya di Gedung Laut Nusantara untuk para pejabat utama Kolinlamil dan staf, KRI Banda Aceh 593, KRI Tanjung Nusanive 973 dan KRI Tanjung Kambani 971.

Sejak pagi hari hingga usai jam olahraga, para prajurit Kolinlamil secara bergiliran antri untuk melakukan pencegahan dini terhadap virus yang menjadi fenomena di Indonesia.

Menurut Kadiskes Kolinlamil Letkol Laut (K) dr. Pujo Dwi Laksono, M.Kes., Sp.THT vaksinasi difteri ini penting bagi prajurit, karena difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan. Penyakit ini sangat menular dan berpotensi mengancam jiwa. Gejala penyakit ini berupa nyeri telan, demam ringan, hingga stridor dan tanda lain sumbatan jalan napas. Dalam 2-5 hari setelah terinfeksi, akan terbentuk membran yang melekat berwarna putih-kelabu dapat menutup tonsil dan dinding faring. Dapat terjadi limfadenitis leher dan submandibula, bila bersamaan dengan edema jaringan lunak leher yang luas timbul bullneck.

Selanjutnya tergantung derajat penyebaran toksin dan luas membran. Bila kasus berat, dapat terjadi kegagalan pernafasan dan atau jantung.

“Vaksinasi diprioritaskan untuk prajurit yang berdinas di kapal perang (KRI) karena mobilitas mereka yang cukup tinggi. Dan juga bagi tenaga kesehatan yang berpotensi tertular pasien,” jelas dokter spesialis telinga dan hidung ini.

Dengan vaksin ini diharapkan para prajurit dapat terhindar dari bahaya ancaman Difteri. Sejak vaksin difteri ditemukan dan imunisasi terhadap Difteri ditingkatkan, jumlah kasus penyakit dan kematian akibat Difteri menurun dengan drastis. Pada tahun 2017, Indonesia mengalami kejadian luar biasa (KLB) difteri dan mencakup 28 provinsi.

Sementara itu dalam rangka membantu pemerintah untuk penanggulangan KLB difteri, Puskes TNI telah membentuk Satgas Difteri dan mencanangkan giat bulan vaksinasi difteri serentak bagi keluarga besar TNI. Kegiatan ini juga dilaksanakan di beberapa kotama TNI lainnya melalui vaksinasi TD yang mengandung Toksoid Tetanus dan Difteri, bagi seluruh personel secara bertahap.
REDAKSI-AnJ

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Kesehatan