Sabtu, 22 September 2018

Rakor persiapan kampanye damai Pilkada Kota Kediri

Rapat koordinasi jelang berlangsungnya kampanye damai Pilkada, digelar KPU bersama berbagai unsur, baik TNI maupun Polri. Rakor khusus jelang kampanye damai ini dihadiri Ketua KPU Kediri Agus Rofiq, Komisioner Panwaslih Kediri M.Mansyur,sedangkan dari Kodim 0809/Kediri diwakili Pasi Ops Kodim Kediri Kapten Kav Puguh Bintarto dan dari Polresta Kediri diwakili Ipda Imron, jumat (16/02/2018)

Selain itu, tim sukses dari calon walikota dan wakil walikota juga turut mengikuti rakor yang berlangsung di kantor KPU Kediri ini, yaitu tim sukses dari Aizzuddin Abdurrahman dan Sujono Teguh Wijaya, Abu Bakar Abdullah dan Lilik Muhibah serta Samsul Ashar dan Teguh Juniadi.

Sesuai rencana, kampanye damai akan diadakan pada hari minggu mendatang atau tepat 18 Februari 2018, dengan start dan finish di Taman Joyoboyo. Rute yang dilewati pada kampanye damai tersebut diawali di Jl.Ahmad Yani bergerak menuju Jl.Letjen Sutoyo ,RS Baptis ,Jl.Mauni ,PG Mrican ,Taman Tempurejo ,Jl.Bawang Betet ,Jl.Bence ,Jl.Supersemar ,Jl.Perintis Kemerdekaan ,Jl.Urip sumoharjo ,Jl.Agus Salim ,Jl.Dr.Raharjo ,Jl.Sukorame ,UNP ,Jembatan Semampir ,kantor DPRD ,Kantor Pos ,Kodim dan berakhir di Taman Joyoboyo.

Ketentuan kampanye damai ini juga diatur dalam rakor ini, yaitu masing-masing calon walikota dan calon wakil walikota menggunakan maximal 11 kendaraan, dengan rincian calon walikota dan calon wakil walikota memakai 1 mobil dan massa pendukung menggunakan 10 kendaraan.

Titik kumpul calon walikota dan calon wakil walikota serta massa pendukung juga diatur, yaitu untuk paslon nomor urut 1 titik kumpul di Ngasinan, paslon nomor urut 1 titik kumpul di Jl.Perdana Kusuma dan paslon nomor urut 1 titik kumpul di Sriwijaya.
REDAKSI-Ma

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Pilkada