Senin, 18 Juni 2018

Terendam banjir, petani padi terancam musim tanam molor hingga 4 bulan

Banjir yang merendam wilayah Kecamatan Dukuhseti sejak 4 hari yang lalu, berdampak pada kelangsungan para petani padi. Pasalnya puluhan hektar sawah milih petani padi di Kecamatan Dukuhseti terendam banjir hingga ketinggian dua meter.

Sabari salah satu petani padi mengungkapkan meskipun lahan sawahnya terendam banjir. Namun pihaknya masij beruntung, karena para petani padi umunya sudah menuai hasil panen raya padi.

"Mulai terendam banjir sejak malam sabtu kemarin, sudah 5 harinan, meredam sawah. Beruntung para petani sudaj panen, sehingga sawah yang terendam banjir hanya lahan kosong," jelasnya.

Bahkan akibat dari lahan sawah yang terendam banjir tersebut. Para petani terancam harus menunggu 4 bulan lamanya untuk baru memulai musim tanam.

"Hingga 4 bulan lamanya akibat banjir petani padi tidak bisa memulai menanam padi," imbuhnya.

Sehingga mayoritas petani padi yang ada di Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti hanya bisa menuai hasil panen padi dua kali saja dalam satu tahunnya.

Bencan banjir tersebut bukan terjadi pada tahun ini saja. Namun menurutnya sudah setiap tahunnya wilayah Kecamatan Dukuhseti menjadi langganan banjir, namun bencan banjir tahun ini menurutnya terbilang besar sejak 3 tahun belakangan.

"Setiap tahun terkena banjir, ini termasuk besar dalam 3 tahun terakhir," pungaksnya.

Sementara itu, kejadian banjir yang melanda di wilayah Kecamatan Dukuhseti seperti di Desa Dukubseti diperkirakan merupakan akibat meluapnya sungai alasdowo yang tidak muat menampung air dengan curah hujan yang tinggi.
REDAKSI-AnJ

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Banjir