Jumat, 21 September 2018

Kasus kekerasan fisik di Kota Semarang meningkat

Jumlah kasus kekerasan di Kota Semarang naik dari 272 kasus menjadi 355 di tahun 2017, kasus didominasi oleh kekerasan fisik terhadap perempuan dewasa. Meningkatkannya jumlah kasus, ada dua kemungkinan yaitu, kasus yang terjadi memang semakin meningkat atau banyak dari masyarakat yang memanfaatkan fasilitas Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Seruni Kota Semarang untuk pengaduan atas kekerasan yang dialami. Untuk meminimalisir kasus yang ada banyak progam yang dilakukan PPT Seruni, baik di dalam ruangan ataupun di luar ruangan.

"Tidak hanya pendampingan pada saat menjadi korban, PPT Seruni giat melakukan sosialisasi bersama dengan PKK kelurahan terkait bagaimana membentuk keluarga yang harmonis, agar kekerasan dapat dihindari," ungkap Krisseptiana Hendrar Prihadi pada saat acara peresmian kantor baru PPT Seruni, Senin (19/02).

PPT Seruni merupakan perlayanan terpadu penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak berbasis gender, melayani masyarakat yang mengalami kekerasan baik fisik ataupun psikis. Di kantor yang baru diresmikan pada sudah tersedia fasilitas konseling, ruang khusus anak, dan area bermain. Selain itu, PPT seruni bekerjasama dengan banyak pihak seperti rumah sakit sebagai penanganan korban, dinas pendidikan ketika korban butuh bantuan ranah pendidikan, butuh bantuan usaha maka ada Dinas Koperasi, dan lain-lain.

Tia Hendrar Prihadi berharap dengan adanya PPT Seruni masyarakat dapat memanfaatkan secara maksimal baik untuk pengungkapan kasus, pendampingan, atau pun bantuan konseling. (Rep. Annida)
REDAKSI-SiK

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Peristiwa