Sabtu, 22 September 2018

Perkuat potensi pemuda lewat diklat Kokam SAR

Bumi perkemahan Putuk yang berada di Desa Banaran, Kecamatan Kandangan, kemarin sore dipenuhi peserta diklat Kokam SAR pimpinan daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kediri.

Acara tersebut dihadiri Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Kediri Yusuf Aziz ,Danramil Kandangan Kapten Czi Kustoyo, Kapolsek Kandangan AKP Eka Purnama dan Camat Kandangan Sunar Utomo, Sabtu (24/02).

Salah satu peserta M.Taufik yang berdomisili di Kecamatan Pare ,sangat antusias mengikuti diklat ini, apalagi sebagian kecil para peserta lainnya telah dikenal cukup lama dan dirinya mengikuti diklat ini dengan sukarela atau atas inisiatif sendiri. Dari pihak orang tua sendiri juga sudah mengetahuinya dan sangat mendukung kegiatan yang berlangsung di bumi perkemahan putuk ini.

Demikian juga Sunardi yang bertempat tinggal di Kecamatan Kandangan, jauh-jauh hari sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti diklat ini dan kakak kandungnya sendiri, dulunya juga alumni diklat tersebut. Sunardi juga menyatakan atas inisiatifnya sendiri mengikuti kegiatan tersebut, dan menurutnya kegiatan ini banyak manfaatnya.

Diklat ini diikuti 150 orang yang terdiri dari 80 orang peserta laki-laki, 20 peserta perempuan, 20 orang pendamping dan 30 orang berstatus panitia. Berbagai rangkaian kegiatan juga sudah tersusun dan salah satunya penyematan tanda peserta diklat sebagai awal dimulainya pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurut Kapten Czi Kustoyo, bumi perkemahan putuk ini cukup bagus untuk dilaksanakan berbagai kegiatan, selain lokasinya yang sejuk dan jauh dari kebisingan atau keramaian, tempat ini juga mudah dijangkau dari arah manapun. Disamping itu, kondisi lokasi juga tidak begitu jauh dari pemukiman warga.
REDAKSI-AnJ

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Lain-Lain