Rabu, 19 September 2018

Ketum Dharma Pertiwi : Dharma Pertiwi harus mampu beradaptasi di era milenial

Pada era milenial, perubahan-perubahan sangat cepat terjadi dan berdampak pada segala sendi kehidupan bangsa. Oleh karena itu, Dharma Pertiwi sebagai organisasi istri prajurit TNI harus mampu beradaptasi dan merespon perubahan-perubahan tersebut yang selaras dengan program TNI dan Pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto pada kegiatan Bakti Sosial dalam rangka HUT ke-54 Dharma Pertiwi dengan tema “Dharma Pertiwi Bertekad Mengedepankan Kepedulian Sosial, Pendidikan Anggota Yang Berkualitas, serta Kesejahteraan Keluarga Prajurit, Guna Menciptakan Ketahanan Keluarga Sebagai Landasan Ketahanan Bangsa”, bertempat di Divisi Infanteri 1/Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Rabu (21/3).

Kegiatan Bakti Sosial berupa Pengobatan Umum, Sunatan Massal, Pemeriksaan IVA Test, Penyuluhan Anti Narkoba, Anti Pornografi dan Anti Kekerasan serta Pembinaan PAUD diikuti sekitar 1.500 masyarakat sekitar Cilodong, termasuk anggota Dharma Pertiwi, Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri, PIA Ardhya Garini, Bhayangkari, Wanita TNI, pelajar dari Yayasan Pendidikan Dharma Pertiwi, Yayasan Hang Tuah dan Yayasan Angkasa.

Menurut Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, hal-hal lain yang dapat dilakukan organisasi Dharma Pertiwi dalam menghadapi perubahan di era milenial adalah dengan menerapkan pola pikir dan manajemen baru serta jangan terperangkap dalam pola pikir rutin yang selama ini dikerjakan. “Sebagai contoh dalam kontribusi mencerdaskan bangsa, Dharma Pertiwi harus mulai membekali para Guru dan Kepala Sekolah pada sekolah-sekolah di bawah pembinaan unsur, misalnya SD, SMP, SMA Kartika, Hang Tuah dan Angkasa,” ujarnya.
REDAKSI-SiK

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Peristiwa