Senin, 23 April 2018

Situs Kadipaten Parang Garudo di Desa Godo 

Dahulu pada abad ke XII terdapat pemerintahan Kadipaten Parang Garudo yang merupakan cikal bakal Desa Godo Kecamatan Winong. Hal ini terlihat dari Situs peninggalan kuno berupa yoni (umpak) serta batu-batu dalam ukuran besar disamping itu terdapat bekas peninggalan yang dikeramatkan berupa petilasan dan tiga pohon besar, Desa Godo dilintasi oleh sungai tambar godo yang bermata air di bukit kendeng utara yang bermuara ke laut Jawa.

Kadipaten Paranggarudo tidak jauh dari aliran selat muria yang kemudian menjadi silugangga. Parang Garudo terkenal sebagai daerah gemah ripah, “ Gemah”(banyak orang yang melakukan perdagangan), “Ripah” (banyak orang dari luar daerah yang berdatangan kesana). dan juga terkenal sebagai daerah yang “Karta Tur Rahadja”, karta yang berarti kawula hidup tentram dan Rahardja yang berarti tidak ada yang mengusik.

Selain itu disebut dengan daerah loh jinawi, sebab loh jinawi itu memiliki arti apa yang ditanam pasti tumbuh dengan subur, dan apa yang dibeli musti murah.

Kata Godo diambil dari kata grudo dan lama-kelamaan disebut menjadi Godo.Itulah sejarah singkat yang diceritakan oleh Suwito sekretaris Desa Godo
REDAKSI-AnJ

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.