Minggu, 22 Juli 2018

Warga Kertajati minta Cabup Maman buka lapangan pekerjaan

Warga Desa Kertajati, Kecamatan Kertajati, kandidat Bupati Majalengka, Maman Imanulhaq, mendapat keluhan mengenai minimnya lapangan kerja serta susahnya peluang berusaha.

Hal ini disampaikan warga saat bertatap muka dengan Kang Maman sapaan Maman Imanulhaq, Sabtu (31/3).

Keluhan itu disampaikan oleh Ika Nuraisyah, ibu satu anak. Kepada calon bupati nomor urut 1, perempuan 27 tahun itu menceritakan rata - rata perempuan di desanya menganggur. Hal itu terjadi karena tak ada lapangan kerja bagi mereka.

Ika yang pernah bekerja sebagai asisten rumah tangga di Singapura itu berharap kelak jika memimpin Majalengka, Maman Imanulhaq membuka kesempatan kerja bagi perempuan. "Saya pernah dua tahun di Singapura. Kalau bisa bekerja di sini, ya nggak usah menjadi TKI di luar negeri," katanya.

Kalaupun tak tertampung di pekerjaan formal, Ika berharap ke depan para perempuan di desanya memiliki aktivitas yang produktif. " Biarpun di rumah tapi kami punya kegiatan yang menghasilkan," ujar dia.

Sementara warga Desa Kertajati lain, Nanda Ombong, menuturkan, problem di desanya adalah rendahnya tingkat pendidikan penduduk. Menutut dia, angkatan kerja di desanya tak terserap ke Bandara Internasional Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati karena terkendala masalah pendidikan. "Kalaupun melamar ya nggak bisa, karena secara administratif sudah nggak memenuhi syarat," katanya.

Merespon keluhan itu, Kang Maman, panggil akrab Maman Imanulhaq, mengatakan ke depan dirinya akan mendatangkan investor sehingga terbuka lapangan kerja baru.

Jika investasi masuk, kata dia pertumbuhan ekonomi Majalengka bakal meningkat. "Kalau ekonominya maju, mereka yang tak tertampung di pekerjaan formal nanti punya banyak kesempatan bekerja di sektor informal," ujarnya.
REDAKSI-AnJ

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Pilkada