Sabtu, 22 September 2018

Bersama santri mengawasi Pilkada Jaman Now 2018

Sosialisasi Pengawasan Partisipatif pada Pilgub dan Pilwali oleh Bawaslu dengan tema "Bersama Santri Mengawasi Pilkada Jaman Now 2018" digelar malam mini di Hutan Joyoboyo, Sabtu (31/03).

Acara yang diselenggarakan Bawaslu Kediri ini dihadiri Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur M.Amin, Ketua Panwaslu Kediri Yoni Bambang Suryadi, Ketua KPU Kediri Agus Rofik, Dandim Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, Kapolresta Kediri AKBP Anton Haryadi dan Plt Walikota Kediri Jumadi.

“Dilibatkannya Santri dalam program bawaslu, diharapkan bisa menjadi dukungan moral dan pengawasan bagi tahapan kepemiluan sehingga akan menjadikan sistem proses demokrasi yang dikenal berbiaya tinggi mampu membawa spirit positif mewujudkan sebuah Pemilu yang lebih baik dan menhasilkan kepemimpinan yang berkualitas sesuai dengan harapan masyarakat,” kata Yoni Bambang Suryadi.

Dalam pengawasan lebih lanjut Yoni Bambang Suryadi menjelaskan, dalam kegiatan Santri mengawasi mengatakan langkah awal ini menjadikan bekal tambahan pengetahuan bagi santri itu sendiri yang juga sebagai pemilih pemula ikut berperan serta dalam pilkada, yang menginginkan bersih dan demokratis sehingga mampu menghasilkan Pemimpin harapan masyarakatnya.

“Tidak hanya Santri ,namun peran serta partisipatif dari berbagai elemen masyarakat yang peduli terhadap pilkada, bersama Bawaslu mewujudkan keadilan pemilu. Melalui pengawasan yang semakin meluas diharapkan juga mampu menekan tingkat pelanggaran dan ketidakberesan dalam setiap tahapan pemilu,” pungkasnya.

Acara ini juga dihadiri Danramil Kota, Pesantren dan Mojoroto, serta Kapolsek Kota, Pesantren dan Mojoroto. Selain itu, santriawan santriwati turut ambil bagian dalam acara tersebut sekaligus andil dalam ikrar anti hoax dan penandatanganan anti hoax.
REDAKSI-AnJ

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Pilkada