Minggu, 22 Juli 2018

Tokoh masyarakat minta Cabup Mamam jadikan Majalengka kota santri

Berkunjung ke kediaman Eyang Jaber yang merupakan salah seorang tokoh masyarakat Malajengka, kandidat Bupati Majalengka, Maman Imajulhaq mendapat wejangan dan motivasi untuk memajukan Majalengka.

Eyang Jaber juga minta calon bupati nomor urut 1 itu menjadikan Majalengka sebagai kota santri, tempat orang menimba ilmu agama, kelak ketika menjadi bupati.

Maman Imanulhaq didampingi sang istri, Hj Upik Rofiqoh, Minggu (8/4) malam, bertandang ke rumah Eyang Jaber, di Desa Pasirmuncang, Kecamatan Panyingkiran. Dalam perbincangan yang berlangsung hangat, Eyang Jaber antara lain bercerita kondisi Majalengka tahun 60-an. “Beliau mengisahkan, waktu itu Majalengka menjadi tujuan orang untuk menuntut ilmu, terutama ilmu agama. Santrinya berasal dari berbagai daerah termasuk dari luar Jawa. Ada Asromo di Maja. Ada SGI (Sekolah Guru Islam) Darul Ulum di Majalengka Kota. Ada Kyai Muhammad Aqil di Jatiwangi. Dan banyak lagi”, kata Kang Maman, panggilan akrab Maman Imanulhaq, menirukan Eyang Jaber.

Eyang Jaber pun sempat mengutarakan permintaanya pada Kang Maman agar kelak ketika memimpin Kabupaten Majalengka menjadikan Majalengka sebagai kota santri, tempat orang menuntut ilmu agama. Selain itu, Eyang Jaber juga meminta Kang Maman berpolitik dengan tujuan mulia yaitu menjadikan politik sebagai sarana untuk mensejahterakan rakyat.

“Beliau mengatakan, bupati adalah orang yang mau melayani masyarakat, meringankan beban rakyat kecil. Harus mau mendengar suara rakyat dan tak berjarak dengan yang dipimpin,’’ ujar calon bupati yang berpasangan dengan Jefry Romdony itu.

Pria 71 tahun yang masih enerjik juga memotivasi Kang Maman untuk tak kenal lelah berkampanye, merebut hati rakyat, untuk memenangi Pilkada Majalengka 2018. Menurut Eyang Jaber, di setiap desa Kang Maman harus punya relawan yang mensosialisasikan visi dan misinya.

“Saya sangat kagum dengan beliau. Meski sudah sepuh, ide dan gagasan cemerlangnya tentang Majalengka yang lebih maju, tetap mengalir," kata calon bupati Majalengka termuda ini.
REDAKSI-der

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Pilkada