Rabu, 25 April 2018

Satuan Radar 242 gelar lomba lari di Biak

Dalam rangka memeriahkan HUT Satuan Radar 242 Tanjung Warari dan Dirgantara HUT ke-72 TNI AU, Satuan Radar 242 menggelar Lomba Lari 7 km dengan tema “The Black Run”, bertempat di Lapangan Gatot Kaca Satrad 242, Jalan Condronegoro, Biak, Provinsi Papua, Sabtu (14/4).

Lomba lari yang diikuti ratusan peserta dari personel TNI, masyarakat dan atlet, dilepas secara resmi oleh Panglima Kosekhanudnas IV Marsma TNI Jorry S. Koloay, S.I.P., dihadiri pula oleh Asisten III Setda Biak Numfor, Kasrem 173/PVB, Danlanud Manuhua Biak, Aslog Guskamlatim, Dandim 1708, Paspotmar Lanal, Wakapolres, Wadanyon Paskhas, Danlanudal, Kadispora, Pimpinan Bank BRI dan Bank Mandiri.

Disela-sela lomba lari, Komandan Satuan Radar (Dansatrad) 242 Tanjung Warari Letkol Lek Eko Patra T.W., S.T. mengatakan bahwa kegiatan lomba lari dengan tema “The Black Run” bertujuan untuk memupuk tali silaturahmi dan sinergi dengan masyarakat serta mencari bakat atlet Biak Numfor agar dapat berlaga dan sukses pada ajang tingkat nasional.

“Kegiatan lomba lari ini sangat positif dan disambut antusias yang tinggi oleh masyarakat maupun atlet. Disamping itu, rute lomba lari dengan jarak tempuh 7 km ini juga untuk mengenalkan Satrad 242 kepada masyarakat Biak Numfor,” ujar Letkol Lek Eko Patra.

Sementara itu, catatan waktu juara Lomba Lari 7 km “The Black Run” tergolong baik, terdiri dari Meliaki Manggarapau asal Numfor 25 menit 20 detik, Isak Barek dari saramon 25’56”, Krisma Dimara dari SMP YKP I 26’05”, Albert (Anggota Lanal Biak) 26’31” dan Nikanor Rumbiak SMK YKP I Biak 26’34”.

Kelima Juara tersebut adalah binaan dan harapan PASI Biak Numfor dalam PON 2020 untuk mewakili memperkuat Papua dalam cabang lari. Para Juara meraih tabungan dari BRI Biak.
REDAKSI-AnJ

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Olahraga