Jumat, 27 April 2018

Arung jeram di Kediri membawa 1 korban meninggal dunia

Duka menyelimuti komunitas arung jeram, usai sempat menjelajah Sungai Pait Desa Kandangan Kecamatan Kandangan sore ini. Seorang mahasiswi UNP jurusan matematika semester II, Mufidatul Anisa (19 tahun) yang berdomisili di Desa Teken, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, meninggal dunia usai membentur bebatuan di sungai, Minggu (15/04).

“Korban bersama lima orang temannya menaiki perahu karet yang di mulai dari Dusun Mloyo Desa Mlancu Kecamatan Kandangan. Menurut kelima temannya, rencana finish sampai di basecamp yang terletak di tepi sungai, tepatnya di gang keramat Jalan Soko Desa Kandangan,” ungkap Danramil Kandangan Kapten Czi Kustoyo.

Lanjutnya, sebelum sampai tiba di finish, kurang lebih sekitar 200 meter, perahu karet yang ditumpangi korban bersama lima orang temannya tersebut mengalami kecelakaan atau oleng ketika menabrak batu sungai. Semua penumpang terjebur dan terseret arus sungai.

“Saat itu arus deras sekali, korban sempat terseret arus sejauh sekitar 1 km dari tempat awal perahu karet oleng. Korban sempat ditolong oleh warga setempat. Selanjutnya korban langsung digiring ke tepi sungai dan kemudian bersama Babinsa serta warga setempat, langsung di bawa ke Puskesmas Kandangan,” pungkasnya.

Sebagaimana dijelaskannya, kelima temannya yang selamat adalah Jumrotun Munawaroh, Khusnul Solikah, Nurlatif Doni Fatra, Heru Kurniawan dan Mirza Islami Gigih Hari Saputro. Saat ini, kelima orang tersebut masih mendapat perawan intensif di rumah sakit Pelem Pare Kediri.

Polsek Kandangan bersama Koramil 15/Kandangan juga sudah mendatangi lokasi terjadinya musibah yang membawa korban satu orang meninggal dunia tersebut, dan kejadian ini masih ditindaklanjuti dari pihak Polres Kediri.
REDAKSI-AnJ

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Peristiwa