Sabtu, 23 Juni 2018

Tiga bulan terakhir, sudah 25 orang di Tarakan tertular HIV/AIDS

Tarakan - Berdasarkan data dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Komisi Penaggulangan AIDS (KPA) Tarakan mencatat 25 orang tertular Human Immunodefficiency Virus/Acquired Immuno Defficiency Syndrome (HIV/AIDS) sejak Januari-Maret 2018.

Pengelola Program KPA Tarakan, Roniansyah menjelaskan, jika dibandingkan tahun 2017 lalu, KPA Tarakan menemukan warga yang terjangkit HIV/AIDS sebanyak 101 penderita. Di tahun ini, tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah. "Dari temuan kita di lapangan, sudah 25 penderita HIV/AIDS yang terdeteksi. Dari 25 penderita, 70 persen didominasi ibu rumah tangga (IRT), 30 persennya lagi merupakan laki-laki," papar Roniansyah.

Jika dipersentasekan berdasarkan golongan usia, lanjut Roniansyah, rata-rata orang yang tertular HIV/AIDS berusia 20-30 tahun. "Untuk penderita di usia bayi hingga anak-anak yang masih Sekolah Dasar (SD), persentasinya yang kita lihat masih sangat kecil, hanya berkisar dua persen saja," tegas pria yang akrab disapa Roni.

Ada dugaan, ditambahkan Roni, dengan banyaknya catatan mengenai IRT di Tarakan yang terjangkit virus mematikan ini, diakibatkan dari suami (laki-laki, red) yang "bermain" diluar sana. "Bisa jadi istrinya tidak tahu, kemudian suaminya melakukan hal tidak benar di luar. Tapi, ini masih dugaan sementara kita," ungkapnya.

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan KPA terhadap ke 25 penderita yang baru tertular ini, Roni mengungkapkan, para penderita yang tertular masih masuk stadiun satu dan dua. "Ini artinya para penderitanya masih tahap awal HIV, kalau sudah memasuki stadium tiga dan empat, itu artinya penderita sudah masuk tahap AIDS," terang Roni.

Dengan banyakya penderita yang tertular virus HIV/AIDS selama kurun waktu tiga bulan terakhir, Roni menuturkan, untuk menekan penularannya, maka KPA Tarakan memberikan edukasi baik ke pekerja seks di lokalisasi dan panti pijat di Tarakan. "Tidak hanya itu, edukasi HIV/AIDS juga menyasar masyarakat umum, yang kerap mengunjungi tempat lokalisasi dan panti pijet," tutupnya.
REDAKSI-der

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Kesehatan