Sabtu, 26 Mei 2018

Danlantamal VI Makassar hadiri pembukaan Tar BFK tingkat Pama TNI Angkatan-94 Tahun 2018

Komandan Pangkalan Utama TNI AL VI (Danlantamal VI) Makassar Laksamana Pertama TNI Dwi Sulaksono S.H, M.Tr (Han) menghadiri acara pembukaan Penataran Bintal Fungsi Komando (Tar BFK) tingkat Pama (Perwira Pertama) TNI Angkatan-94 Tahun 2018 bertempat di gedung Sultan Hasanuddin Mako Lantamal VI Makassar, Rabu (18/04).

Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) pada acara pembukaan Tar BFK tingkat Pama TNI Angkatan-94 Tahun 2018 Kepala Pusat Pembinaan Mental TNI (Kapusbintal TNI) Laksamana Pertama TNI Budi Siswanto, S.T, M.A.P.

Dalam amanatnya, Kapusbintal TNI mengatakan penyelenggaraan Tar BFK tingkat Pama Angkatan-94, diikuti oleh para Pama TNI yang potensial di bidang masing–masing dalam rangka menyamakan persepsi tentang pembinaan mental sebagai fungsi komando bagi para Pama terutama unsur pimpinan satuan TNI.

Kebijakan pemimpin TNI tentang Tar BFK ini dinilai sangat strategis dan realistis bila dihadapkan dengan format penugasan TNI dan sifat ancaman yang terjadi. Oleh karena itu melalui Tar BFK Tingkat Pama TNI, para Perwira akan mendapatkan pengetahuan tentang pokok-pokok Bintal TNI secara teori dan langkah–langkah menangani kegiatan Bintal di satuan, lanjut Kapusbintal TNI.

Lebih lanjut dikatakan, selama penataran para peserta akan memperoleh pengetahuan pembinaan mental TNI secara utuh dan lengkap mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan pengendalian mental, termasuk didalamnya mengenai komponen pembinaan mental TNI.

Tar BFK tingkat Pama TNI Angkatan-94 tersebut diikuti 20 Pama dari tiga matra TNI yaitu 10 Pama TNI AL , 7 Pama TNI AD dan 3 Pama TNI AU. Kegiatan akan berlangsung selama sembilan hari dimulai dari tanggal 18 April sampai dengan 27 April 2018.
REDAKSI-AnJ

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Peristiwa