Minggu, 22 Juli 2018

TPID Kaltara pantau harga dan ketersediaan kebutuhan pokok jelang puasa-Lebaran

Tarakan — Mengantisipasi kenaikan barang-barang kebutuhan pokok dan keperluan lainnya menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 2018, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltara terdiri dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara), Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Tarakan, memanggil semua pengusaha dan distributor di Tarakan.

Dengan dikumpulkannya sejumlah pengusaha dan distributor di Tarakan, diupayakan selama Ramadan dan Idul Fitri mendatang tidak ada gejolak harga dan ketersediaan bahan pangan, sembako bisa terjaga. Mengingat, inflasi Kaltara dalam beberapa bulan ini cukup stabil, bahkan setiap bulannya justru menunjukkan deflasi 0,03 persen.

“Dengan demikian, kita inginkan pemerintah daerah dan tim yang terbagung dalam TPID (tim pengendali inflasi daerah) bisa bekerja keras dan lebih baik lagi menjaga inflasi yang sudah bagus tahun kemarin di bawah 3 persen,” jelas Kepala BI Perwakilan Kaltara, Hendik Sudaryanto, saat ditemui awak media di kantor BI perwakilan Kaltara.

Maka dari itu, Hendik meminta komitmen pengusaha dan distributor di Tarakan untuk tidak menaikkan harga saat puasa hingga Lebaran, apalagi komoditi makanan harus dijaga kestabilan harga dan stoknya, karena sering menjadi penyumbang terbesar dalam inflasi Kaltara belakangan ini. Apalagi, menjelang ramadan dan Lebaran, lonjakan harga yang tak terkendali bisa memicu inflasi.

”Dalam pertemuan ini, sekaligus membahas tentang kebutuhan paling pokok, seperti ketersediaan serta harga beras dan gas elipiji 3 kilogram, karena kedua komoditi ini jadi perhatian utama kami dan sempat ditemukan dijual di atas harga eceran tertinggi (HET). Namun, dalam pertemuan ini sudah disepekati para pelaku usaha dan distributor agar mengambil untung sewajarnya saja,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Disperidagkop dan UKM Tarakan menambahkan, pihaknya akan melakukan pengawasan yang ketat agar tidak terjadi lonjakan dan kelangkaan barang kebutuhan pokok. Caranya, pihak Disperindagkop akan melakukan operasi pasar saat bulan ramadan dan menjelang lebaran.

“Hanya saja kita harus melihat dulu kondisi di lapangan, jika stok tercukupi dan harga terjaga, operasi pasar tidak akan kami lakukan, meski demikian kami akan tetap rutin melakukan pemantauan di lapangan. Disamping itu, kami juga akan meminta laporan setiap distirbutor terkait jumlah barang-barang pangan di masing-masing gudang mereka,” pungkas Tadjuddin Tuwo. (11man)
REDAKSI-der

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Ramadhan