Sabtu, 26 Mei 2018

Semarak Hardiknas diwarnai gotong royong pelaku pendidikan

Tujuh unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) wilayah Jawa Timur bergotong royong menyelenggarakan 'Semarak Hardiknas Jawa Timur 2018'.

Acara ini didukung Dinas Pendidikan Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, serta berbagai komunitas pegiat pendidikan dan kebudayaan, juga perwakilan dunia usaha dan industri.

"Ini pertama kalinya UPT Kemendikbud di 34 provinsi, di seluruh Indonesia bersinergi menyelenggarakan kegiatan bersama-sama untuk menguatkan pendidikan. Ke depan sudah tidak boleh berjalan sendiri-sendiri memajukan kebudayaan," diungkapkan Mendikbud saat membuka kegiatan di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) bidang Otomotif dan Elektronik (BOE) Malang, Minggu pagi (22/4).

Kegiatan yang diselenggarakan sampai dengan 27 April 2018 ini merupakan rangkaian peringatan hari pendidikan nasional (Hardiknas) yang mengusung tema 'Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan'. Menghadirkan pameran, lomba, bedah buku, seminar, bursa usaha, bioskop keliling, serta diskusi pendidikan dan kebudayaan, kegiatan sepekan ini terbuka untuk umum.

Selain P4TK BOE, enam UPT Kemendikbud yang bergotong royong menyelenggarakan Semarak Hardiknas 2018 di antaranya P4TK Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS; Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP); Balai Pengembangan Media Televisi; Balai Bahasa; Balai Pelestarian Cagar Budaya; Balai Pengembangan PAUD dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD DIKMAS).

Usai membuat sketsa bersama murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Muhadjir kembali memberikan semangat kepada para guru. "Meskipun kita sudah tertinggal, tapi anak-anak kita ini tidak boleh tertinggal dengan bangsa lain. Yang menentukan masa depan bangsa ini adalah para guru," kata Muhadjir.
REDAKSI-der

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Pendidikan