Senin, 20 Agustus 2018

Panglima TNI: Generasi penerus bangsa dituntut responsif menyikapi perubahan zaman

Generasi penerus bangsa dituntut untuk responsif dan cerdas dalam menyikapi perubahan zaman, khususnya pesatnya kemajuan teknologi di berbagai bidang yang secara langsung maupun tidak langsung memberikan pengaruh pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Untuk itu, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus memperkuat wawasan kebangsaan dan meningkatkan kesadaran terhadap ketahanan nasional.

Demikian amanat tertulis Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. yang dibacakan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A, M.B.A. saat memberikan kuliah umum (studium generale) di hadapan 474 Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), bertempat di Aula Barat ITB, Jl. Ganesa No. 10 Bandung, Jawa Barat, Rabu (25/4).

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, forum ini akan semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa sebagai fondasi dasar kita dalam memperkuat wawasan kebangsaan dan mewujudkan ketahanan nasional yang tangguh untuk mampu merespons, menyikapi dan menghadapi fenomena kontemporer, tantangan bangsa dan negara yang semakin kompleks.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa kehidupan nasional saat ini menghadapi berbagai tantangan sebagai dampak dari dinamika perkembangan lingkungan strategis, baik global maupun regional, berikut segala isu yang dibawanya. Menurutnya, derasnya pengaruh global telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan bangsa dan isu-isu global yang terus merasuk di tengah kehidupan bangsa Indonesia. “Isu persaingan dagang, demokratisasi, HAM, pasar bebas, lingkungan hidup, radikalisme, terorisme internasional, permasalahan energi, pangan, perubahan iklim dan keamanan nasional, telah menjadi keniscayaan yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia,” ujarnya.

Panglima TNI mengatakan bahwa semua pengaruh itu saat ini juga menimbulkan permasalahan nasional yang telah mengancam nasionalisme, patriotisme, militansi dan jati diri bangsa Indonesia yang berpengaruh langsung dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, semua itu mengakibatkan lunturnya social capital bangsa dengan ditandai rendahnya rasa toleransi di antara sesama anak bangsa, rendahnya semangat kesetiakawanan sosial, menurunnya semangat bergotong royong dalam kehidupan, serta menjauhnya semangat bermufakat dan bermusyawarah dalam menangani masalah yang ada di dalam masyarakat. “Rasa persatuan dan kesatuan, semangat untuk bersatu terkadang mengalami goncangan, padahal semangat itulah yang sangat kita butuhkan,” tegasnya.
REDAKSI-AnJ

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Peristiwa