Rabu, 20 Juni 2018

Jelang penutupan, Satgas TMMD Kodim Pati pamit warga

Pati - Tak terasa, sudah hampir satu bulan ratusan TNI Satgas TMMD Kodim Pati berada di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dalam rangka gelaran membangun desa melalui program TMMD ke-101 Kodim Pati. Mulai Kamis pagi, 3 Mei 2018, mereka akan berpisah dengan warga sasarannya tersebut.

Kendati pelaksanaan TMMD di Desa Godo akan segera ditutup, Satgas TMMD tetap menjaga silaturahmi dengan terus mengunjungi rumah-rumah warga setempat. Serda Tri Bintoro, salah satu Satgas TMMD mengatakan, banyak pesan yang disampaikan kepada warga, terutama soal hubungan silahturahmi antara warga dengan TNI anggota Satgas jangan sampai terputus setelah TMMD berakhir.

“Kami akan selalu ingat kepada warga masyarakat disini, karena sudah kami anggap seperti orangtua maupun keluarga kami sendiri,” ujarnya, Rabu (02/05).

Sementara itu, Mbah Wage (70) yang rumahnya selesai direnovasi beberapa hari yang lalu, warga RT 01 RW 01 Dukuh Tamansari, Desa Godo, Kecamatan Winong, mengatakan, “Kami juga sedih mau ditinggal bapak-bapak tentara. Hanya saja, bagaimana lagi, bapak-bapak juga akan kembali di kesatuannya masing-masing dan akan bertemu keluarganya di rumah, anak isteri mereka pasti sudah kangen," ujar Wage kepada Serda Tri Bintoro.

“Kami menginginkan jalinan silahturahmi terjalin terus jangan sampai putus, datang kesini lagi ya Pak, untuk melihat warga disini. Karena selama disini bapak-bapak tentara sudah seperti keluarga kami,” tutupnya.

Serda Tri Bintoro yang mewakili rekan-rekan Satgas TMMD Kodim Pati segera menghibur Mbah Wage, dan menjelaskan, "Saya dan rekan-rekan [Satgas TMMD] juga menganggap warga Dukuh Selowire Desa Godo sebagai rumah kedua mereka yang kedua," jelas Tri Bintoro. [Wono/Jasm]
REDAKSI-der

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.