Minggu, 19 Agustus 2018

Pertahankan budaya lokal, Camat Palmerah gelar rakor event Gebyar Kampung Betawi Kota Bambu

Camat Palmerah Zeri Ronazy memimpin rapat koordinasi persiapan acara "Gebyar Kampung Betawi Kota Bambu (Kobam)", di Ruang Rapat Camat Palmerah, Senin (02/07).

Event "Gebyar Kampung Betawi Kobam" adalah sebuah acara yang akan menampilkan kearifan lokal budaya Betawi yang masih terawat dan terus dipertahankan hingga kini di 2 (Dua) Kelurahan di Kecamatan Palmerah yakni Kelurahan Kota Bambu Utara dan Kelurahan Kota Bambu Selatan.

Dalam rapat koordinasi ini dihadiri Lurah Kota Bambu Utara Ibu Iba Ariyani, SKM, Lurah Kota Bambu Selatan Drs. H. Muhadi, MKM, tokoh masyarakat Kota Bambu, Ketua RT002/RW05 Kota Bambu Utara Mulyono dan penggiat kesenian budaya Betawi Kota Bambu Ibu Neneng.

"Tetap pertahankan budaya lokal dan kembangkan potensi anak muda dalam bidang seni Gambang Kromong dan Lenong Betawi, Yang sudah menjadi warisan asli Budaya Indonesia," tandas Camat Palmerah Zeri Ronazy, SH, MM. Pem.

Sebelum dimekarkan menjadi 2 wilayah Kelurahan, Kota Bambu adalah sebuah Kelurahan yang berada di wilayah Kota Administrasi Jakarta Barat yang masih mempertahankan salah satu budaya Betawi yaitu Seni Budaya Gambang Kromong dan Lenong Betawi yang diasuh oleh Almarhum H. Nawang.

Almarhum Haji Nawang adalah seorang putra Betawi yang sangat concern akan seni budaya Betawi dan beliau pernah menjabat sebagai Ketua RW 05 Kelurahan Kota Bambu Utara. Kini sanggar seni budaya Betawi rintisannya diteruskan oleh putra-putri Almarhum.

"Saya selaku Camat Palmerah sangat mendukung sekali akan kesenian budaya Betawi yang dirintis Almarhum Haji Nawang ini menjadi sebuah warisan budaya Betawi bagi generasi muda millenial untuk terus melestarikannya," tutup Camat Palmerah.
REDAKSI-AnJ

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Event