Minggu, 19 Agustus 2018

Nuansa heroik warnai prosesi obor Asian Games 2018 di KRI Dewaruci

Ada cerita heroik diperjalanan api obor Asian Games 2018 yang nantinya digelar di kapal legendaris TNI AL KRI Dewaruci di perairan Makassar. Senin (23/07).

KRI Dewaruci kapal latih TNI AL yang sudah mengarungi seluruh samudra di dunia akan dikawal dengan 2 KRI, 2 KAL, Kapal unsur maritim, perahu phinisi, sea rider, perahu tradisional nelayan Paotere dan jet ski Makassar membawa obor Asian Games dari perairan Makassar menuju Dermaga Layang Mako Lantamal VI.

KRI Dewa Ruci akan melewati pancuran air raksasa menyerupai gapura di tengah laut sebagai ritual penyambutan api obor Asian Games, ujar Komandan Lantamal VI Laksamana Pertama TNI Dwi Sulaksono, SH.,M.Tr.(Han) saat memimpin rapat pemantapan prosesi kirab obor Asian Games di KRI Dewaruci.

Lebih lanjut Danlantamal VI menerangkan bahwa KRI Dewa Ruci akan melaksanakan tradisi Parade Roll yaitu atraksi dimana kali ini Pramuka Saka Bahari Makassar binaan Dispotmar Lantamal VI akan memenuhi geladak dan tiang kapal layar dan melambaikan tangan kepada masyarakat di sekitar Dermaga saat kapal sailing pass di perairan kota Makassar.

Lanjutnya lagi, di atas kapal Dewaruci nanti akan muncul sosok Bima yang akan turun ke dermaga Layang Mako Lantamal VI untuk mengawal Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji,S.E.,M.M yang membawa obor Asian Games.

Sebaliknya di dermaga telah siap menyambut pasukan perang yang dikenal dengan tubarania. "Prosesi penyambutan api obor Asian Games dimulai. Di awali dengan turunnya Bima (Tokoh Pewayangan) yang akan disambut dengan Anggaruk (Sumpah Setia) oleh pasukan kerajaan Gowa yang berbaju adat Makassar dan tari paraga serta pengalungan bunga Dara Daeng Makassar kepada Bapak Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji,S.E.,M.M.", ungkap Danlantamal VI.
REDAKSI-AnJ

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Event