Rabu, 15 Agustus 2018

Tiongkok tidak usah manipulasi kurs RMB

Terkait tuduhan AS yang menuding Tiongkok adalah manipulator nilai tukar Yuan Renminbi, kepada media AS Ekonom Perdana Badan Moneter Internasional (IMF) Maurice Obstfeld baru-baru menyatakan, IMF tidak ada bukti yang Tiongkok memanipulasi kurs Renminbi (RMB).


Justru seperti dikatakan oleh juru biara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang, naik atau turun kurs RMB ditentukan oleh pasokan dan permintaan pasar, Tiongkok tidak bermaksud meningkatkan ekspor melalui devaluasi RMB.


Menurut peraturan IMF, arti “manipulasi kurs” adalah satu negara melakukan intervensi dalam jangka panjang, kuantitas besar dan sepihak terhadap nilai tukar mata uang sendiri,sehingga mewujudkan kurs yang menguntungkan perdagangannya dan memperoleh kepentingan tidak rasional dalam aktivitas perdagangan dunia.


Analis berpendapat, ada 3 penyebab bahwa Tiongkok tidak memiliki modus atau keperluan meningkatkan ekspor melalui manipulasi kurs. Pertama,konsumsi domestik telah menjadi kekuatan utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Pada paro pertama tahun ini, Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok bertumbuh 6,8%, di antaranya porsi konsumsi terhadap PDB tercatat 78,5%, sedangkan ekspor bersih tercatat angka minus, hal itu mencerminkan bahwa porsi ekspor dalam PDB Tiongkok semakin menurun.


Kedua, keterbukaan lebih lanjut menjadi dukungan kuat kepada aset RMB. Dibandingkan dengan pasar moneter Eropa dan Amerika, hasil untung pasar moneter Tiongkok lebih besar dan lebih tinggi.


Ketiga, kalau Tiongkok memanipulasi kurs RMB, rugi lebih besar dari pada untung.


Akan tetapi, bagaimana mengomentari kondisi fluktuasi kurs RMB baru-baru ini? Pertama, disebabkan oleh sentimen penghindaran risiko global baru-baru ini. Kedua, disebabkan oleh penguatan indeksi dolar AS. Ketiga, berkaitan dengan kenaikan suku bunga oleh Cadangan Federal AS.


Justru seperti ditunjukkan oleh analis, fluktuasi RMB selama ini tidak keluar dari ruang rasional, RMB tetap berposisi kuat dalam pasar mata uang dunia. Tiongkok sama sekali tidak usah mengintervensi kurs RMB.

REDAKSI-FaN

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Peristiwa