Rabu, 15 Agustus 2018

Ribuan siswa siswi SMP se-Kota Makassar belajar Bela Negara di Lantamal VI

Ribuan Siswa-siswi baru SMP se-kota Makassar mengikuti pendidikan Bela Negara bertempat di Markas komando Pangkalan Utama TNI AL VI Lantamal VI (Lantamal VI) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabut (04/08).

Siswa–siswi yang ikut pendidikan dasar Bela Negara berjumlah 2.778 yang datang dari berbagai SMP yang ada di kota Makassar di antaranya SMP 2, SMP 4, SMP 5, SMP 6, SMP 7, SMP 10, SMP 22, SMP 27, SMP 37, SMP Tallo

Kegiatan tersebut dibuka oleh Walikota Makassar Ir. H. Moh. Ramdhan Pomanto yang diwakili oleh Sittiara Asisten Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Sosial Sekretariat Daerah Kota Makassar.

Dalam sambutan Walikota Makassar pada pembukaan Bela Negara bertempat di Lapangan Arafuru Mako Lantamal VI yang dibacakan oleh Sittiara menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, khususnya pihak Lantamal VI yang telah bekerja keras sehingga kegiatan ini dapat dilaksanakan.

Kegiatan ini diharapkan kedepan peserta akan menjadi ujung tombak dalam membangun persatuan bangsa. " jadilah kalian sebagai generasi masa depan yang unggul dan maju, yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta terus berkarya," harapnya.

Komandan Pangkalan Utama TNI AL VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Dwi Sulaksono, S.H., M. Tr.Han sangat mengapresiasi program Dinas Pendidikan yang mana mewajibkan seluruh Siswa-siswi baru sekolah SMP mengikuti pendidikan Bela Negara. "Ini merupakan bekal awal mereka untuk lebih membanggakan, mencintai dan menghormati Negara Kesatuan Republik Indonesia," harapnya.

Kegiatan Bela Negara yang dilaksanakan sehari penuh ini, para Siswa dan siswi sekolah tersebut mendapatkan beberapa materi seperti ceramah Hukum dan Narkoba, pengendalian emosi, PBB/PPM Games, pengenalan kapal perang dan renungan suci.
REDAKSI-AnJ

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Pendidikan