Selasa, 25 September 2018

RPH Kota Semarang ubah limbah jadi pupuk organik

Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Semarang memanfaatkan limbah kotoran hewan dijadikan pupuk organik berbentuk cair, yang dinamakan Bio Map. Bahan dasar hasil dari limbah RPH yang digunakan terdiri dari urin sapi, serbuk tulang, serbuk darah, rumen (isi perut hewan) dan beberapa bahan pendukung lain.

"Bio Map ada sejak tahun 2008, memanfaatkan hasil limbah khususnya dari sapi. Pengolahan baru bisa dilakukan per 600 liter, dan lama pengolahan tiga Minggu," jelas Y Muji Mulyo selaku Direktur RPH Kota Semarang, saat di temui di RPH Kota Semarang, Jumat (31/08).

Setelah proses pengolahan, pupuk organik perlu didiamkan selama tiga Minggu untuk dianginkan, sehingga bau dari pupuk cair bisa berkurang.

" Setiap tiga Minggu sekali produksinya, jika ada pesanan sampai ribuan seperti saat ini perlu minta waktu, sebab dari tempat yang belum mencukupi," jelas Muji.

Pupuk organik tersebut saat ini masih dipasarkan di sekitar Semarang, walaupun sebelumnya sudah sampai luar kota. Harga yang dibanderol per liternya Rp15.000.

" Selain mendapatkan penghasilan, tentunya dapat berkontribusi dalam mengendalikan pencemaran lingkungan di sekitar RPH," tambah Muji.
REDAKSI-AnJ

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Lain-Lain