Jumat, 23 Juni 2017

Industri jamu dan farmasi nasional siap masuk pasar Filipina

Pelaku industri jamu dan farmasi nasional, PT Sido Muncul bersiap masuk ke pasar Filipina yang dinilai sebagai pasar potensial. Dimana pada Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan berlaku mulai akhir 2015 sebaiknya dimanfaatkan sebaik mungkin.

"Ya, kita sedang mempersiapkan untuk masuk ke negara itu. Saya optimistis produk Sidomuncul bisa diterima pasar. Di sana itu produk Tolak Angin disebut Tulak Hangin. Memang rada mirip. Penyebutan angkanya juga hampir sama, seperti siji, duo, telu, limo," kata Dirut PT Sido Muncul Irwan Hidayat di sela-sela buka puasa bersama di Restoran Dapur Sunda, Cipete, Jakarta, Selatan, Senin (29/6).

Menurut Irwan, dalam rangka masuk ke negara itu, petinju dunia asal Filipina, Manny Pacquiao dipersiapkan menjadi duta perusahaan atau ambasador. "Nanti, tunggu aja kedatangannya Pacquiao ke Indonesia," ujar Irwan.

Pada kesempatan itu, Irwan tidak menyebutkan berapa yang akan diekspor atau dalam bentuk apa penggarapan pasar di negara tetangga Indonesia itu.

Irwan hanya menyebutkan, kegiatan ekspor Sido Muncul di ASEAN hingga saat ini memang berkembang pesat, bahkan sudah mencakup luar ASEAN yakni Eropa, Amerika, dan Jepang.

Sementara untuk kawasan ASEAN baru memfokuskan di tiga negara, yakni Thailand, Vietnam dan Myanmar, sedangkan Filipina menyusul.

Dijelaskan Irwan, rencana peluncuran iklan "Bantuan biaya hidup" yang ditujukan bagi mereka yang tengah menderita sakit. Program CSR “Bantuan Biaya Hidup” merupakan bentuk kepedulian Sido Muncul terhadap pasien-pasien kurang mampu di Indonesia.

Selain bantuan biaya hidup untuk para pasien tidak mampu, program bantuan biaya hidup juga diberikan kepada 3.700 karyawan Sido Muncul jika dirawat di Rumah Sakit.

Lanjut Irwan mengatakan, setiap karyawan akan didaftarkan ke asuransi bantuan biaya hidup yang iurannya akan ditanggung perusahaan sebesar Rp 80 ribu per tahun.

Irwan menambahkan, pengobatan gratis dari pemerintah berupa BPJS sudah sangat membantu masyarakat Indonesia. Namun, ada beberapa pasien yang mendapat rujukan untuk melakukan pengobatan ke rumah sakit di kota-kota besar sementara tempat tinggal mereka jauh dari perkotaan.

REDAKSI-AnJ

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.