Minggu, 14 Juni 2020 16:04

Film Peking Man, rahasia terakhir umat manusia jembatani pertukaran budaya Tiongkok-Prancis

Hiburan

Bertepatan Hari Kebudayaan dan Warisan Alam Sedunia yang jatuh pada 13 Juni kemarin, para sineas Tiongkok dan Prancis menggelar upacara pencanangan pembuatan film Peking Man, Rahasia Terakhir Umat Manusia, sebuah film dokumenter patungan Tiongkok-Prancis.

Upacara pencanangan digelar secara virtual masing-masing di Beijing dan Paris dengan dihadiri Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay, Duta Besar Prancis untuk Tiongkok Laurent Bili, Redaktur China Media Group (CMG) Xue Jijun serta jajaran pengurus film dan cedekiawan dari kedua negara.

Tahun 2021 menandai peringatan 100 tahun penguakan arkeologis situs peninggalan Peking Man atau Manusia Peking, sekaligus Tahun Wisata Budaya Tiongkok-Prancis. Pembuatan film tersebut merupakan salah satu dari kegiatan peringatan Tahun Wisata Tiongkok-Prancis. Film dokumenter ini akan ditayangkan di seluruh dunia, termasuk di stasiun televisi Tiongkok dan Prancis setelah syutingnya diselesaikan.

Kerja Sama Tak Terhalang Pandemi, Tiongkok dan Prancis Lakukan Komunikasi Budaya lewat “Aktivitas Virtual”

Sejak memasuki tahun ini, pemimpin tertinggi kedua negara Tiongkok dan Prancis telah empat kali melakukan pembicaraan via telepon.
Pada 5 Juni lalu, Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Prancis Emmanuel Macron bersama-sama menegaskan hanya “solidaritas” yang merupakan pilihat tepat dalam perlawanan pandemi COVID-19. Tiongkok dan Prancis hendaknya terus mendukung masyarakat internasional bersolidaris dalam melawan pandemi, dan memberikan “sumbangan Tiongkok-Prancis” demi mengatasi wabah virus corona secara global.

Kerja sama selalu menjadi salah satu titik terang dalam komunikasi kebudayaan Tiongkok dan Prancis. Demi pemberian sumbangan bersama Tiongkok dan Prancis dalam perlawanan pandemi, jajaran pengurus film Peking Man, Rahasia Terakhir Umat Manusia melakukan adaptasi dan komunikasi secara virtual, dan terpasanglah sebuah jembatan baru yang menghubungi kebudayaan Tiongkok dan Prancis.

Kepala China Media Group, Shen Haixiong dalam sambutannya mengimbau kedua pihak terus memperdalam kerja sama, menelusuri seluk beluk hubungan budaya antar manusia dan membangun sebuah benteng spiritual yang sarat dengan semangat peradaban manusia. Shen Haixiong mengatakan, film dokumenter Peking Man, Rahasia Terakhir Umat Manusia mengisahkan pertukaran antar peradaban dan kebudayaan yang aneka ragam dan menyemarakkan semangat membangun bersama dan berbagi bersama yang relevan. Bagi rakyat Tiongkok-Prancis maupun rakyat seluruh dunia yang terusik wabah virus corona, tema yang berkarakteristik zaman sekarang ini mempunyai inspirasi yang siginifikan.

Menteri Kebudayaan Prancis, Franck Rieste dalam sambutannya menyatakan, pembuatan film tersebut tak terpisah dari kerja sama erat dari Prancis dan Tiongkok. Ia menyatakan salut kepada kerja sama budaya yang dinamis tersebut. “Melalui kerja sama itulah, kita diberikan peluang untuk mengenal hubungan antar manusia yang lintas batas yang berlangsung ribuan tahun lamanya. Ide dan keyakinan bersama selalu menjadi fondasi kokoh bagi hubungan Prancis-Tiongok. “Saya yakin film dokumenter tersebut pasti akan mencapai sukses,” ujar Franck Rieste.

Kerja Sama “Lintas Layar”, Bersama-sama Ciptakan Karya Terbaik

Di masa konvergensi media saat ini, China Media Group berasas tujuan menjadi salah satu media arus utama kelas satu dunia dengan daya pimpinan, penyebaran dan pengaruhnya yang kuat.

Demi mewujudkan target tersebut, Pusat Film Dokumenter di bawah CMG akan berusaha menghasilkan sebanyak mungkin film-film yang berkualitas tinggi, baik dari kontennya maupun keseniannya. Pembuatan film Peking Man, Rahasia Terakhir Umat Manusia sempat menyediakan peluang bagi kedua pihak untuk melaksanakan ide-ide tersebut.

UNESCO juga menaruh harapan besar pada film tersebut. Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay menyatakan, “Situs Zhoukoudian bekas tempat habitat Manusia Peking telah menyaksikan proses perkembangan manusia dan evolusi masyarakat manusia. UNESCO menaruh perhatian besar pada penggalian arkeologis secara ilmiah serta kerja sama internasional. Hasil-hasil dari kedua usaha tersebut telah memperpadat kognisi atau pengetahuan kita terhadap evolusi manusia pada dimensi ruang dan waktu. Melalui film ini, para penonton maupun pemirsanya akan terajak bersama-sama menelusuri evolusi manusia. Film ini akan memadukan penelitian sains yang serius dengan omnimedia yang merakyat, membawa kita bersama-sama menjelajahi perjalanan yang ditempuh manusia pubarbakala, sebuah kisah dan epos yang milik kita sekalian.

Duta Besar Prancis untuk Tiongkok, Laurent Bili dalam pidatonya mengatakan, film ini akan mengajak para penonton maupun pemirsanya untuk mengetahui lebih banyak kisah terkait Manusia Peking melalui hasil-hasil arkeologis para ilmuwan. Prancis merasa bangga terlibat dalam syuting film tersebut.

Pusat Film Dokumenter CMG tengah berusah menemukan jalan kerja sama yang baru melalui pendekatan “lintas layar”. Kerja sama itu diyakini akan menghasilkan karya yang bermutu tinggi. Xue Jijun dari CMG menyatakan, kerja sama Tiongkok dan Prancis dalam syuting film kali ini justru telah menyediakan peluang untuk meningkatkan pertukaran kebudayaan dan saling pengertian kedua negara. Ia berharap kedua pihak berupaya bersama membuat sebuah film kaliber dunia yang bergenre sains, nyata dan penuh kepedulian serta kasih sayang.

Bagaimana penampilannya setelah film dokumenter ini nanti diboyong ke layar lebar di bioskop? Seorang pemimpin Grup Televisi Nasional Prancis menyatakan, dengan bantuan teknologi image composite, kedua pihak akan menghasilkan sebuah film yang otentik dengan adegan-adegan spektakuler sehingga akan memperlihatkan kembali jejak salah satu manusia purbakala yang bersejarah paling lama di Tiongkok. Bagaimana mereka menciptakan alat, bagaimana otaknya mengalami evolusi sehingga tumbuh menjadi manusia modern, itulah kisah-kisah yang akan dihidangkan kepada para penonton sebagai sebuah lembaran baru dalam masa pra-sejarah Tiongkok. Kisahnya pasti seru dan menarik.

Menjelajahi Peradaban Purbakala, Menjajaki Asal Usul Manusia

Pada tahun 1921, di Zhoukoudian, Beijing ditemukan dua butir gigi milik manusia puabarkala. Semenjak itulah, hasil-hasil dari pengkajian dan penemuan arkeologis di Zhoukoudian menjadi dasar ilmu paleoantropologi Tiongkok. Tulang tempurung kepala yang terdeteksi di Zhoukoudian pada 2 Desember 1929 menandai pembukaan era baru penelitian ilmu manusia purbakala dunia. Pada 1987, situs arkeologis Zhoukoudian Beijing dimasukkan UNESCO dalam Daftar Warisan Budaya Dunia.

favorite 0 likes

question_answer 0 Updates

visibility 330 Views

Update
No Update Available
Related News
Mari bersama nikmati konser-konser sambut Tahun Baru Imlek
CMG gelar pertunjukan malam gembira perayaan genap 71 tahun berdirinya RRT
Kenapa TikTok jadi aplikasi populer di Indonesia?
×