Kamis, 03 Juni 2021 09:53

Simak cerita masa kecil Xi Jinping

Luar Negeri

Pada 30 Mei lalu, Presiden Xi Jinping membalas surat kepada para anggota Barisan Pionir Muda SD Xing’an, Kota Huai’an, Provinsi Jiangsu. Dalam suratnya Xi Jinping memberikan ucapan selamat Hari Anak Internasional yang jatuh pada 1 Juni lalu.

Pertumbuhan anak-anak selalu menjadi kepedulian di lubuk hati Xi Jinping. Ia sering mengunjungi dan menengok anak-anak sehingga kerap kali disapa anak-anak sebagai “sahabat tua”.

Xi Jinping dilahirkan di sebuah keluarga revolusioner dan sejak kecil menjalani kehidupan sederhana. Pada tahun 2003, ketika menerima wawancara dari program Dongfangshikong Stasiun Televisi Pusat Nasional (CCTV), Xi Jinping sempat mengenang kembali masa kecilnya dalam kemiskinan. “Baju yang kami pakai setiap hari bolong-bolong, selain itu saya juga harus memakai celana dan baju bekas saudara-saudari saya”. Xi Jinping mempunyai empat kakak perempuan dan dua saudara laki-laki, maka semasa kecil Xi Jinping selalu memakai pakaian bekas dari kakak-kakaknya. “Ada pakaian dan sepatu yang bercorak bunga, saya sangat tidak rela memakainya, tapi mau tak mau harus memakainya,” demikian kenang Xi Jinping.

Pada 30 Mei 2014, Xi Jinping mendatangi SD Minzu, Distrik Haidian, Beijing untuk menghadiri upacara pelantikan anggota baru Barisan Pionir Muda. Kepada anak-anak sekolah, Xi Jinping membagikan kisah hidupnya semasa kecil: “Saya masuk sekolah pada 1959, bergabung dalam Barisan Pionir Muda pada 1960. Karena usia saya masih sedikit kecil, maka belum dapat masuk ke Barisan Pionir Muda kelompok pertama, bahkan menangis karenanya”. Pengakuan terus terang Xi Jinping tersebut mengundang gelak tawa anak-anak. Xi Jinping kemudian menceritakan perasaan haru dan ketegangannya saat masuk menjadi anggota Barisan Pionir Muda. “Seingat saya, jantungku berdebar-debar karena gembira bercampur haru. Apakah kalian juga punya perasaan yang sama seperti saya?” Anak-anak menjawab dengan kompak, “Iya!” “Kenapa begitu? Karena itu adalah kehormatan.” Xi Jinping mewanti-wanti para anak agar siap siaga menjadi penerus bangsa.”

Masih di SD Minzu Beijing. Ketika berkunjung ke kelas, Xi Jinping mendapati anak-anak sedang menulis kaligrafi dengan kuas maobi. Seorang anak menulis empat karakter Mandarin yang berbunyi “jing zhong bao guo”, yang artinya membalas budi tanah air sesetia mungkin. Xi Jinping sangat gembira dan mengatakan bahwa dirinya sejak kecil terpengaruh empat kata tersebut dan sempat mengenang masa kecil ketika ibunya membelikannya buku komik tentang Yue Fei, seorang jenderal Dinasti Song yang terkenal karena kesetiaannya pada tanah air. Ibunya mengisahkan cerita Yue Fei kepada Xi Jinping, khususnya kisah ibu Yue Fei yang menato huruf “jing zhong bao guo” di punggung anaknya dengan jarum. Waktu itu ia sempat bertanya kepada ibunya “mengapa Yue Fei tidak takut sakit”, ibunya menjawab, pastilah sakit, tapi Yue Fei akan selalu mengingatnya dalam hati dan berbakti kepada tanah air. Kisah itu diingatnya sampai sekarang. “Berbakti kepada bangsa dan setia pada negara adalah tujuan hidupku,” ujar Xi Jinping.

Pada 9 September 2016, Xi Jinping mengunjungi sekolah almamaternya, yaitu Sekolah Satu Agustus Beijing. Xi Jinping melewati masanya sebagai siswa SD dan sekolah menengah di sini. Di lapangan, anak-anak yang sedang bertanding sepak bola menarik perhatian Xi Jinping. Ia berkata kepada mereka, “50 tahun yang lalu, saya pun main sepak bola di lapangan ini. Waktu itu lapangan ini masih berbentuk tanah.” “Coba lihat, betapa kuatnya badan saya, semuanya berkat latihan olahraga semasa kecil. Etika, kecerdasan dan jasmani semua harus tumbuh bersama. Olahraga berperan penting bagi permurnian akhlak dan penguatan tekad,” pungkas Xi Jinping kepada anak-anak.

“Melihat kalian skating membuat saya teringat pada masa silam. Waktu itu saya masih duduk di bangku SD, di mana? Di Shichahai, Beijing. Waktu itu saya meluncur di atas es dengan sepasang sepatu skating yang kebesaran.” Pada 24 Februari 2017, di Pusat Olahraga Wukesong Beijing, Xi Jinping sempat berbagi kisah skating semasa kecilnya dengan sekelompok remaja yang tengah main hoki es. Pada masa lampau, kondisinya agak terbatas sehingga anak-anak harus main skating di luar ruangan yang kondisinya sangat buruk. Xi Jinping dan adik laki-lakinya gemar berskating, namun uang mereka hanya cukup untuk membeli sepasang sepatu luncur es, Xi Jinping dengan rela memberikan uang itu kepada adiknya untuk membeli sepatu skatin.

favorite 2 likes

question_answer 0 Updates

visibility 181 Views

Update
No Update Available
Related News
Kami sedang muda ke-20– Polsus Zhang Peiwei
Kami sedang muda ke-20: Tian Tian - penyebar luas budaya Tiongkok
Stasiun ruang angkasa Tiongkok bakal sejahterakan manusia
×