Sabtu, 11 September 2021 14:41

Kunci hubungan Tiongkok-AS tergantung aksi nyata AS

Luar Negeri

Presiden Tiongkok Xi Jinping kemarin pagi (10/9) atas undangan mengadakan hubungan telepon dengan Presiden AS Joe Biden dan kedua pihaktelah mengadakan komunikasi dan pertukarn strategis yang tulus, mendalam dan luas mengenai hubngan Tiongkok-AS dan masalah-masalah yang menjadi perhatiana bersama.

Ini merupakan sekali lagi hubungan telepon antara pemimpin Tiongkok dan AS setelah berselang sekitar 7 bulan sejak diadakannya hubungan telepon hari menjelang Tahun Baru Imlek Tiongkok tahun ini. “Hubungan Tiongkok-AS bukan alternatif apakah baik atau tidak, melainkan sebuah pertanyaan bagaimana menjadi baik”. Pernyataan sikap Xi Jinping dalam hubungan telepon itu sangat mengesankan dunia.

Memang, sebagai negara berkembang terbesar dan negara maju terbesar di dunia, apakah Tiongkok dan AS dapat menangani dengan baik hubungannya berhubungan erat dengan masa depan dan nasib dunia dan juga sebuah pertanyaan yang harus dijawab kedua negara dengan baik-baik.

Kini, hubungan Tiongkok-AS terjerumus dalam kesulitan yang tiada taranya sebelumnya karena pihak AS mengambil keputusan strategis yang salah dan menganggap Tiongkok sebagai musuh imajinasi, terus menantang garis merah Tiongkok dan membendungi Tiongkok di mana-mana di seluruh dunia. Jikalau ingin memperbaiki hubungan dengan Tiongkok, AS harus mengubah kebijakan salah terhadap Tiongkok, berhenti memandang Tiongkok sebagai ancaman dan rival, dan berhenti merugikan kedaulatan, keamanan dan kepentingan pembangunan Tiongkok.

Dunia luar sudah mencatat, dalam hubungan telepon kali ini, Presiden AS Joe Biden secara inisiatif menyampaikan sinyal berdialog dan bekerja sama, misalnya menganggap hubungan AS-Tiongkok sebagai hubungan bilateral yang paling penting di dunia sementara menunjukkan bahwa kedua negara tidak beralasan untuk terjerumus dalam bentrokan karena adanya persaingan dan lain sebagainya.

Selain perkataan, lebih-lebih penting diperhatikan perbuatannya. Publik masih ingat, dalam hubungan telepon pemimpin Tiongkok dan AS pada hari menjelang Tahun Baru Imlek, Biden juga pernah menyatakan bahwa Tiongkok dan AS hendaknya menghindarkan bentrokan, salah paham dan salah evaluasi. Akan tetapi, selama 7 bulan ini, pembendungan pihak AS terhadap pihak Tiongkok meningkat terus. Dilihat dari hal tersebut, memang penting apa yang dikatakan Washington, yang lebih penting ialah harus diambil aksi nyata untuk menunaikan komitmennya.

Sejarah dan realitas sekali lagi membuktikan, andaikata Tiongkok dan AS bekerja sama, kedua negara bahkan dunia akan mendapat keuntungan; andaikata Tiongkok dan AS berkonfrontasi, kedua negara bahkan seluruh dunia akan mengalami kerugian. Yang perlu ditunjukkan, pihak AS tak boleh sambil mengekang Tiongkok sambil mengharapkan Tiongkok bekerja sama tanpa syarat.

Apabila pihak AS benar-benar ingin mendorong kerja sama dengan pihak Tiongkok, pihak Tiongkok hendaknya menunjukkan keberanian strategis dan aksi nyata untuk melaksanakan semangat hubungan telepon terbaru pemimpin kedua negara dan dengan baik-baik menjawab pernyataan abad ini.Ini tak saja sesuai dengan kepentingan bersama rakyat Tiongkok dan AS, juga merupakan harapan merata masyarakat internasional.

favorite 1 likes

question_answer 0 Updates

visibility 47 Views

Update
No Update Available
Related News
Pembangun bandara cerdas—Sun Tao
Xu Ben, perencana bisnis Pelabuhan Yangshan
Festival Animasi Internasional Tiongkok ke-17 akan dibuka
×