Selasa, 26 Oktober 2021 03:37

Road Show kebudayaan Banten di Semarang dan Yogyakarta

Media

Kabupaten Tangerang - Pasca pandemi sektor pariwisata salah satu bidang usaha yang paling telak terkena imbas dampak covid 19. Sehingga dunia pariwisata lumpuh total selama hampir dua tahun lamanya.

Sebagai upaya pemulihan pariwisata maka salah satu komunitas pariwisata di banten mengadakan Road Show Kebudayaan Banten di Semarang dan Yogyakarta 24 - 27 Oktober 2021 dengan menampilkan atraksi debus Banten dari paguron Jalak Banten DPC kota Bogor pimpinan H Anwar yang juga owner dari PO Bis Mahadat.

Senin 25 - 10-2021
Komunitas Sahabat Wisata Banten sebagai wadah berkumpulnya para pelaku wisata lintas wilayah dengan tujuan kebangkitan pariwisata Banten.

Dalam kesempatan acara tersebut KSWB menggandeng asosiasi media online yakni MIO DPW Banten sebagai upaya mempercepat penyebaran informasi promosi pariwisata dan kebudayaan Banten.

Dalam pernyataanya Alek Hine ketua Komunitas Sahabat Wisata Banten yang juga wakil ketua DPW MIO Banten mengatakan acara ini digelar sebagai upaya promosi kebudayaan Banten dengan tema Banten Poros Peradaban Nusantara agar mengingatkan kembali kepada sejarah peradaban Banten yang sangat panjang yaitu dimulai dari abad 2 Masehi dengan nama peradaban Salakanegara di kab Pandeglang Banten.

Acara ini juga dimaksudkan agar masyarakat luar Banten mengetahui lebih dalam tentang peradaban Banten dan juga kesenian debusnya yang tersembunyi sehingga akan menjadi daya tarik wisata dan akan mendorong wisatawan datang ke Banten.

Dengan tema Banten sebagai poros peradaban Nusantara maka Banten bisa menjadi salah satu pusat wisata budaya dan peradaban sejarah jika dikembangkan, pariwisata Banten akan terdongkrak dengan sendirinya.

Mudiansyah Ishak (Galih RM)

favorite 1 likes

question_answer 2 Updates

visibility 188 Views

Update
Gak ada fotonya?
Selasa, 26 Oktober 2021 22:30

Sudah ada sekarang
Selasa, 26 Oktober 2021 22:38

Related News
Kejar target vaksinasi, anggota koramil dan nakes sisir perkampungan warga
80 tahun menemani pendengar
After 80
×