Jumat, 29 April 2022 11:52

`Hantu` yang tengah mengganggu Pasifik Selatan

Luar Negeri

“Satu hantu sedang mengganggu Pasifik Selatan, itu bukanlah Tiongkok melainkan kami”. Demikian dilaporkan Harian “The Guard” Inggris dalam sebuah artikelnya baru-baru ini, untuk mengkritik tanggapan keterlaluan AS dan Australia terhadap Persetujuan Kerangka Keamanan antara Tiongkok dan Kepulauan Solomon.

Sebelumnya Australia telah berkali-kali mengirim pejabat tinggi melobi Kepulauan Solomon, Koordinator Urusan India-Pasifik Komisi Keamanan Nasional Aemrika Krut Campbell pun membertikan tekanan kepada Kepulauan Solomon, mereka memprovokasi kerja sama Tiongkok dan Kepulauan Solomon dengan alasan adanya “warna militer”, AS dan Australia terus dengan paksa membujuk Kepulauan Solomon, sementara mencoreng kerja samanya dengan Tiongkok.

Sebagai negara berdaulat di Pasifik, Kepulauan Solomon melakukan kerja sama dengan Tiongkok di atas dasar sama derajat dan saling menguntungkan untuk memelihara ketertiban sosial, melindungi keselamatan jiwa dan keamanan harta rakyat, melakukan bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam. Kenapa hal ini mengundang tanggapan keras dari AS dan Australia?

Dilihat secara fundamental, karena AS dan Australai selalu memperlakukan Kepulauan Solomon sebagai halamam belakangnya bukan negara berdaulat. Menurut AS dan Australia, Solomon mau bekerja sama dengan siapa harus ditentukan AS dan Autralia tapi tidak boleh diambil keputusan sendiri. Pada hakikatnya ini adalah pikiran kolonialis dan hegemonis.

AS dan Australia harus mawas diri, meskipun diganggu terus tapi kenapa Kepulauan Solomon tetap ingin melakuakan kerja sama dengan Tioingkok? Karena kerja sama dengan Tiongkok justru adalah sama derajat dan saling menguntungkan, kerja sama dengan Tiongkok tanpa disertakan syarat politik dengan sungguh-sungguh membantu perbaikan kehidupan warga setempat. Khususnya sejak terjadinya wabah Covid-19, Tiongkok terus memberikan bantuan penanggulangan wabah kpada Kepulauan Solomon. Pada Mei 2021, Kepulauan Solomon menjadi negara pasifik pertama yang melakukan vaksinasi di seluruh negerinya.

Tahun-tahun terakhir ini, AS, Inggris dan Australia terus melakukan kerja sama militer yang peka termasuk kapal selam tenaga nuklir dan senjata hipersonik, dengan alasan pembentukan hubungan kemitraan keamanan 3 pihak. Perbuatan itu telah mensabot upaya pembentukan zona bebas nuklir di Pasifik selatan, juga menjadikan negara-negara Pasifik selatan sebagai korban konfrontai poliik dan militer grup.

Berbagai perbuatan keji AS dan Australia tersebut mengundang ketidakpuasan di Pasifik Selatan. Hantu yang memaksakan negara lain berpihak dan terus mensabot keamanan kawasan harus secepatnya hilang dari Paisifk Selatan.

favorite 0 likes

question_answer 0 Updates

visibility 109 Views

Update
No Update Available
Related News
Pengaruh apa saja yang akan didatangkan oleh G20 Bali terhadap Indonesia
Hari Keanekaragaman Hayati Internasional: Ekonomi bunga segar di provinsi Yunnan
BRICS akan makin berhasil jika sukses menangani keamanan dan pembangunan
×