Minggu, 08 Mei 2022 00:00

Kisah Xi Jinping dan Ibunya

Luar Negeri

“Pendidikan karakter anak wajib dimulai dari ibunya,” demikian pepatah kuno Tionghoa berbunyi. Sejak dahulu kala, keibuan selalu disenandungkan oleh masyarakat. Ibu Xi Jinping alias Qi Xin adalah seorang anggota Partai Komunis Tiongkok yang ulung, sekaligus sosok ibu yang menganut etos tidak “asal-asalan” dalam segala urusan.

“Mendidik anak dengan kedisiplinan diri; mengajar ilmu dan menumbuhkan etika”, dalam mengasuh anak-anak, Qi Xin selalu menaati pola asuh yang benar dan positif dengan kedisplinan diri sendiri, dan selalu mendidik mereka dengan etos keluarga yang terbaik. Kepada anaknya Xi Jinping, beliau menaruh harapannya sebagai tanggung jawab dan akundabilitas terhadap negara dan bangsa.

Bagi anak-anak, ibu adalah sosok yang paling baik hati. Bagi ibu, anaknya adalah orang yang paling berbakti. Xi Jinping kerap terkenang-kenang pada kehidupannya masa kecil, di mana ibunya Qi Xin sering menceritakan kisah tentang ibu Yue Fei yang menato moto “setia membela tanah air” di punggung anaknya dengan jarum. “Saya berkata, betapa sakitnya jika huruf itu ditato di tubuhnya.

Ibu saya berujar, iya pasti sakit, namun kesetiaan itu akan teringat di lubuk hatinya.” Sejak itulah Xi Jinping tak pernah melupakan moto "setia membela tanah air”, dan menjadikannya sebagai tujuan pengejaran seumur hidupnya.

Ketika beranjak dewasa, Xi Jinping pun bersama para pemuda-pemudi lainnya berangkat ke pedesaan untuk bertani di sebuah tim produksi bernama Liangjiahe di Provinsi Shaanxi utara. Sebelum keberangkatan, ibunya Qi Xin memberikan Xi Jinping sebuah bungkusan kain dengan menyulam tiga huruf Kanji di atasnya, yaitu Hati dari Ibu.

Setelah memangku jabatan sebagai pemimpin, jadwal harian Xi Jinping menjadi sangat padat, dan jarang ada waktu untuk pulang dan berkumpul dengan ibunya. Pada liburan Festival Musim Semi atau tahun baru Imlek 2001, Qi Xin melakukan panggilan telepon dengan Xi Jinping yang tidak mudik dari tempat kerjanya. Qi Xin dalam sambungan telepon berpesan kepada Xi Jinping: “Asal kau bekerja keras, itulah hal yang sama saja dengan berbakti kepada bapak dan ibu.”

Di atas sebuah rak buku di kantor Xi Jinping terpajang sebuah foto, yang mengabdikan momen mesra di mana Xi Jinping dan ibunya berjalan di sebuah taman, dengan tangannya saling bergandengan. Ajaran berbakti kepada orangtua dan peduli pada kasih sayang keluarga sudah terukir dalam pikiran dan kebijaksanaanya tentang pemerintahan negara. Selama bertahun-tahun ini, Xi Jinping tak pernah melupakan amanat ibunya, dan juga selalu teguh pada cita-cita awalnya.

favorite 0 likes

question_answer 0 Updates

visibility 87 Views

Update
No Update Available
Related News
Kawasan Asia Pasifik hendaknya waspadai intrik baru AS
Enam kali gagal, para penggagas ‘dukung Taiwan untuk berpartisipasi dalam WHA’ harus tahu malu
Kiat sukses para peternak di Kuche, Xinjiang Tiongkok
×