Jumat, 29 Juli 2022 14:34

AS bikin masalah di LTS pasti akan gagal

Luar Negeri

Selama sebulan ini, Amerika Serikat (AS) main modusnya untuk membuat masalah di Laut Tiongkok Selatan (LTS). AS mengirim kapal perangnya jauh-jauh ke depan pintu Tiongkok untuk melakukan provokasi, sambil menuduh pihak Tiongkok yang terpaksa membela dirinya itu sebagai negara yang ‘agresif”. Jika berbicara tentang ‘agresif”, negara manakah yang dapat bersaing dengan AS? Meninjau kembali trik yang disutradarai dan ditampilkan AS di LTS, sutradara Hollywood pun akan mengalah. Beberapa tahun belakangan ini, AS sebagai negara luar kawasan LTS malah selalu mengunjuk ototnya di LTS atas nama ‘kebebasan pelayaran’, sehingga AS menjadi pendorong terbesar militerisasi di LTS.

AS telah dengn serius melanggar kedaulatan dan keamanan Tiongkok serta merusak perdamaian dan kestabilan kawasan LTS, akan tetapi, ia malah menuduhkan ‘keagresifan” yang sebenarnya dimilikinya sendiri itu kepada pihak Tiongkok yang hanya ingin membela keamanan dan kedaulatan negaranya sendiri, dan AS mencoba memprovokasi hubungan Tiongkok dengan negara-negara di LTS untuk mengacaukan kawasannya.

LTS bukan ‘tempat berburu’ bagi negara-negara luar kawasan, seharusnya tidak dijadikan sebagai arena pertarungan negara-negara besar. Semua negara di kawasan sangat jelas bahwa AS yang selalu menyebut negara lain sebagai penyebab musibah besar itu sebenarnya adalah pengacau situasi dan ancaman terbesar bagi perdamaian dan kestabilan kawasan LTS dan Asia.

Tahun ini genap 20 tahun penandatanganan DoC. Selama 20 tahun belakangan ini, para pihak yang menaati deklarasi itu bersama-sama menjaga perdamaian dan kestabilan di LTS, serta menjamin kebebasan dan keamanan pelayaran di kawasannya. Kini, negara-negara sekawasan sudah menguasai inisiatif dan dominasi dalam menyelesaikan isu LTS. Apapun yang AS lakukan di LTS pasti akan berakhir dengan kegagalan.

favorite 0 likes

question_answer 0 Updates

visibility 78 Views

Update
No Update Available
Related News
Xi Jinping adakan inspeksi ke Jinzhou, Provinsi Liaoning
Tidak berhenti kecanduan pada peperangan, “Momen Kabul” bakal terulang
Jepang yang menanggung kesalahan sejarah harus berhenti melonggarkan militerismenya
×