Selasa, 13 September 2022 11:16

PDB SCO menduduki 25 persen dari PDB dunia

Ekonomi

Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) didirikan pada tahun 2001 dengan anggota pendiri Tiongkok, Rusia, Kazakhstan, Kirgizstan, Tajikistan dan Uzbekistan. Pada pertemuan puncak Astana tahun 2017, SCO memutuskan untuk memberikan status keanggotaan kepada India dan Pakistan, dengan demikian anggota SCO bertambah dari enam negara menjdi delapan negara. Kini, luas wilayah SCO meliputi seperempat dari luas daratan Bumi, jumlah penduduk negara anggota menduduki hampir separuh dari jumlah penduduk dunia. Mengapa daya tarik SCO dapat terus berkembang?

Pada tahun 2021, nilai total PDB anggota-anggota SCO mencapai sekitar 23,3 triliun Dolar AS, menduduki hampir seperempat dari PDB global, meningkat 13 kali lipat daripada saat awal berdiri. Kerja sama dalam kerangka SCO di berbagai bidang telah menciptakan lingkungan pembangunan yang stabil untuk berbagai pihak, juga telah mencapai hasil bernas di bidang ekonomi dan hubungan antar masyarakat.

Inisiatif ‘Sabuk dan Jalan’ yang bersinergi dengan Uni Ekonomi Eurasia (EEU), jalur KA Tiongkok-Eropa yang menjadi sorotan, serta proyek pembangunan jalur KA Tiongkok-Kirgizstan-Uzbekistan yang baru saja dimulai, semuanya memanifestasikan pengaruh politik dan ekonomi SCO yang semakin meningkat.  

Direktur Studi Eropa-Asia Institut Studi Masalah Internasional Tiongkok (CIIS) Li Ziguo mengatakan, “Saling percaya dan saling menguntungkan, sama derajat dan berkonsultasi bersama, menghormati peradaban plural, dan mengupayakan pembangunan bersama, ‘Semangat Shanghai’ semacam ini adalah jiwa dan daya saing utama SCO.

Li Ziguo memperkenalkan, pada tahun 2018, pembentukan hubungan internasional tipe baru yang saling menghormati, adil, bekerja sama dan menang bersama, serta pembentukan komunitas senasib sepenanggungan umat manusia, yang diajukan oleh Tiongkok telah dicantumkan dalam dokumen SCO. Selama beberapa tahun belakangan ini, SCO selalu berpegang pada perkembangan kerja sama intern, dan mengupayakan perkembangan bersama, sifat maju dan sifat damai dari gagasan ini dan hasil nyatanya dalam praktik telah menciptakan daya tarik yang kuat bagi negara-negara ini.

favorite 0 likes

question_answer 0 Updates

visibility 90 Views

Update
No Update Available
Related News
“Air mengalir sampai jauh, akhirnya ke laut”-- Inisiatif sabuk dan jalan tulis lembaran baru hubungan Tiongkok-Indonesia
Pemulihan ekonomi Tiongkok lebih cepat dari prediksi
Memandang peningkatan kerja sama industri Tiongkok dan ASEAN dalam RCEP dari secangkir teh susu
×