"TAKDIR" mengisahkan pengalaman seorang guru relawan bahasa Mandarin yang berasal dari Tiongkok, Lu Peng, yang mengajar bahasa Mandarin di Indonesia. Ia telah menjalin hubungan yang tak terpisahkan dengan Indonesia.
Cintanya terhadap dunia pendidikan dan rasa penasarannya terhadap dunia membuat Lu Peng meninggalkan negara dan anaknya, menjadi relawan pengajar bahasa Mandarin di sebuah kota kecil di Pulau Sumatera Indonesia.
Ia mengatasi kesepian dan ketidaknyamanannya saat pertama datang di Indonesia, dan membangun hubungan emosional yang mendalam dengan siswa-siswi setempat, terutama dengan siswi yang bernama Ani. Melalui metode pengajaran yang inovatif,
Lu Peng mendorong minat siswa-siswinya untuk belajar bahasa Mandarin dan memajukan pertukaran budaya Tiongkok-Indonesia. Tiga tahun kemudian, Lu Peng mengakhiri karirnya sebagai relawan, dan akan meninggalkan Indonesia pulang ke Tiongkok.
Siswa-siswinya enggan melepas kepergiannya. Dua tahun kemudian setelah kembali ke Tiongkok, Lu Peng dan Ani bertemu kembali di Indonesia selama pandemi Covid, mereka bersama-sama berpartisipasi dalam upaya penanggulangan pandemi. Kisah ini menunjukkan sebuah persahabatan dan kerja sama yang melampaui batas negara.
"TAKDIR" diadaptasi dari novel "Di Bawah Langit yang Sama" yang diterbitkan oleh "Harian Guojiribao" Indonesia dan "Harian Sin Chew" Malaysia, dan diambil dari kisah nyata.
Hingga kini, tokoh utama dalam kisah tersebut masih bekerja di Indonesia di bidang pendidikan bahasa Mandarin, serta terus berkontribusi untuk pertukaran antarmasyarakat Tiongkok dan Indonesia. Untuk merayakan genap 75 tahun penggalangan hubungan diplomatik Tiongkok-Indonesia yang jatuh pada tanggal 13 April 2025, kami memproduksi video ini dengan alat AI “Jimeng AI” dan Deepseek.