Minggu, 10 Februari 2019 13:17

Kisah hidup Xi Jinping (6): Cerita Xi Jinping memprihatin pada etnis minoritas Tiongkok

Luar Negeri

Tiongkok adalah negara yang mempunyai 56 etnis, banyak etnis minoritas bermukim di daerah terpencil generasi demi generasi. Bagaimana setiap etnis minoritas dapat hidup bahagia dalam keluarga besar multi etnis ini, selalu adalah keprihatinan Xi Jinping sebagai pemimpin tertinggi Tiongkok.

Sejak Kongres Nasional Ke-18 PKT pada tahun 2012, Xi mengunjungi banyak tempat pemukiman terpusat etnis minoritas di Tiongkok, mengenal keadaan kehidupan mereka, dan memberi penempatan dan keputusan untuk mendorong persatuan etnis dan pengembangan daerah etnis minoritas.

Etnis Dulong yang terletak di Kabupaten Gongshan Keresidenan Nujiang Propinsi Yunnan dapat disebut sebagaisalah satu daerah paling terpencil di Tiongkok. Waktu menjelang tahun baru 2014, beberapa pejabat dan rakyat setempat menulis surat kepada Xi Jinping dan menyampaikan informasi bahwa terowongan Jalan Raya Dulongjiang Gongshan dari kampung halamannya ke Gaoli segera akan selesai dibangun.

Setahun kemudian, Xi Jinping mengadakan inspeksi ke Yunnan, dan khusus mengundang rakyat etnis Dulong bertamu ke hotel yang dimukimnya. Dia mengatakan, ‘Etnis Dulong berpopulasi tidak banyak, hanya 6.900 orang, tapi tetap adalah salah satu anggota keluarga besar 56 etnis Tiongkok. Kami semuanya akan mewujudkan kesejahteraan secara menyeluruh.’

Selain itu, pekerjaan persatuan etnis Xinjiang juga selalu merupakan keprihatinan Presiden Xi. Dia menekankan, ‘Persatuan bangsa adalah garis jiwa rakyat berbagai etnis, juga merupakan landasan fundamental kemajuan perkembangan Xinjiang, dan keinginan bersama rakyat Tiongkok sebanyak 1,3 miliar orang. Harus menyayangi persatuan bangsa seperti menyayangi mata sendiri, menghargai persatuan bangsa seperti menghargai jiwa sendiri, dan bersatu padu seperti biji-bijinya buah delima.’

Xihaigu di Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia merupakan salah satu daerah yang agak terpusat populasi miskin Tiongkok.

Pada Juli tahun 2016, Xi Jinping yang mengadakan inspeksi di Ningxia mengenang kembali pengalamannya: ‘Waktu saya datang ke sini pada tahun 1997, saya kaget pada keadaan miskin di sini, dan saya bertekad melaksanakan keputusan dan penempatan Komite Senteral PKT untuk mendorong Fujian dan Ningxia mengadakan bantuan satu demi satu, yakni projek ‘Kampung Fujian-Ningxia’.

20 tahun ini melewat pesat, kini projek tersebut telah berkembang dari kampung yang terdiri dari 8 ribu orang pada 20 tahun yang lalu menjadi kecamatan yang terdiri dari 60 ribu orang lebih.

favorite 3 likes

question_answer 1 Comments

visibility 881 Views

Comments
Cerita yang inspiratif dari CRI. Terima kasih. Xie xie 🙏🏻
Minggu, 10 Februari 2019 16:21

Related News
Kerjasama Tiongkok-Indonesia berprospek cerah
Tiongkok prakarsai pembentukan Komunitas Senasib Maritim
Keputusan WTO terkait dakwaan tak tunjuk pihak yang menang