Minggu, 13 Oktober 2019 10:58

Reforma Agraria atasi ketimpangan penguasaan tanah di ibu kota negara baru

Hukum

Sejak tahun 2014 lalu, penyatuan tata ruang dan pertanahan di Indonesia telah dilakukan dalam satu kementerian yaitu Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Sinergi ini ditandai dengan peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional (Hantaru) yang dilaksanakan setiap tanggal 24 September.

Tahun ini, Hantaru 2019 mengangkat tema “ATR/BPN Menuju Penataan Ruang dan Pelayanan Pertanahan yang Berkepastian Hukum dan Modern”. Rangkaian kegiatan Hantaru mulai dari tanggal 24 September - 8 November 2019, yang dilakukan tidak hanya melibatkan pegawai Kementerian ATR/BPN namun juga masyarakat serta stakeholder terkait yaitu jajaran Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Timur, Kepala Kantor pertanahan se-Kalimantan Timur, dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah Kota Samarinda. Seperti yang diawali dengan Sosialisasi Reforma Agraria di Kalimantan Timur, Jakarta, Kepulauan Riau dan ditutup di Kalimantan Barat.

Percepatan Reforma Agraria terus didengungkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), seperti yang telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 86 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Sosialisasi Reforma Agraria.

Kalimantan Timur, provinsi yang kini menjadi sorotan setelah ditetapkan sebagai Ibu Kota Negara (IKN) pun tak lepas dari sosialisasi reforma agraria. "Selamat untuk kita sebagai Ibu Kota Negara. Tetapi, jangan hanya senang, kita harus berbuat sesuatu, (yaitu) salah satunya melalui sosialisasi reforma agraria," ujar Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Timur, Mazwar, pada sambutannya dalam acara Sosialisasi Reforma Agraria di Hotel Bumi Senyiur di Samarinda

favorite 0 likes

question_answer 0 Updates

visibility 48 Views

Update
No Update Available
Related News
Operasi Sikat Jaya, Polsek Kembangan amankan 13 orang, 1 diantaranya kedapatan narkoba
Operasi premanisme, Polsek Tanjung Duren amankan puluhan preman di Jl Tubagus Angke
Reforma Agraria atasi ketimpangan penguasaan tanah di ibu kota negara baru