Kamis, 27 Februari 2020 11:41

Saat kesulitan, membantu yang membutuhkan sama artinya membantu diri sendiri

Luar Negeri

Epidemi virus corona alias COVID-19 masih terus mewabah di Tiongkok, bahkan seluruh dunia. Hingga saat ini, para pemimpin dari 170 negara dan 40 lebih organisasi internasional telah menyampaikan solidaritasnya kepada Tiongkok. Banyak negara serta masyarakat berbagai kalangan telah memberikan bantuan barang dan dana kepada Tiongkok.

Wabah virus tidak mengenal perbatasan. Dalam dua hari terakhir, wabah virus COVID-19 terus menyebar di Jepang, Korsel, Italia dan Iran. Penemuan kasus positif virus corona jenis baru juga dilaporkan di Afrika. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah berkali-kali menyatakan keprihatinannya kepada negara-negara dengan sistem kesehatan yang lemah.

Tiongkok memiliki pengalaman memerangi wabah COVID-19, juga mempunyai tekad bertanggung jawab terhadap sistem kesehatan publik global. Tiongkok bersedia mempererat koordinasi dengan negara-negara terkait, termasuk Jepang dan Korsel, berbagi informasi dan pengalamannya, dan bersedia memberikan bantuan kepada negara-negara dengan sistem kesehatan yang lemah. Hingga saat ini, Tiongkok telah menyediakan sebanyak 250 ribu lempar masker kepada Iran, menyediakan secara gratis reagen pendiagnosa nuklein COVID-19 kepada Jepang. Sementara itu, Tiongkok aktif melakukan aksi bantuan kepada negara-negara Afrika untuk bersama-sama memerangi wabah.

Akan tetapi, sejumlah politikus dan media AS malah sengaja menutup matanya terhadap aksi bantuannya yang terlambat dan terus menyebarluaskan rumor yang ditujukan kepada Tiongkok. Jelaslah siapa yang berani bertanggung jawab dan siapalah yang terus mengelakkan tanggung jawabnya.

Akademisi Ilmu Sosial Inggris, Martin Albrow baru-baru ini menyatakan, penanggulangan insiden kesehatan publik seperti wabah virus Covid-19 membutuhkan kecerdasan kolektif dan kolaborasi seluruh umat manusia, dan hal ini semakin menonjolkan pentingnya pembentukan komunitas senasib sepenanggungan umat manusia.

Pada saat kesulitan, membantu orang lain sama dengan membantu dirinya sendiri. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Hanya melalui upaya gotong royong, dunia barulah dapat mengatasi wabah virus corona sedini mungkin.

favorite 1 likes

question_answer 0 Updates

visibility 102 Views

Update
No Update Available
Related News
Media dan masyarakat AS dukung Kapten Kapal Induk `Theodore Roosevelt` yang dipecat
Xi Jinping adakan inspeksi di lahan basah Hangzhou
Wisatawan ajak Presiden Xi naik perahu bersama
×