Jumat, 26 Juni 2020 09:01

Canton Fair Virtual sampaikan pesan keterbukaan Tiongkok

Luar Negeri

Pekan Raya Barang-barang Ekspor dan Impor Tiongkok atau lebih kenal dengan Canton Fair ke-127 ditutup di Guangzhou setelah berlangsung selama 10 hari. Terdampak pandemi COVID-19, Canton Fair yang bersejarah 60 tahun tersebut untuk pertama kalinya diselenggarakan secara virtual.

Sebanyak 26 ribu perusahaan dari dalam dan luar negeri mengikuti pesta tersebut secara daring. Pengusaha dari 217 negara dan daerah melakukan registrasi. Kurang lebih 1,8 juta barang komoditas dipamerkan secara daring melalui puluhan ribu studio live streaming.

Penyelenggaraan sukses Canton Fair virtual tersebut telah menyampaikan pesan positif bahwa Tiongkok akan teguh memperluas keterbukaan terhadap dunia luar, sekaligus memperlihatkan komitmen Tiongkok untuk menjaga keamanan mata rantai pasokan industri global, sehingga telah dengan kuat memperkokoh keyakinan pasar global.

Canton Fair merupakan ajang perdagangan Tiongkok yang bersejarah paling lama dan berskala paling besar, dan sempat dipuji sebagai “barometer” untuk mengukur perdagangan luarnegeri Tiongkok, sekaligus tanda penting keterbukaan Tiongkok terhadap dunia luar.

Para pengusaha yang berpartisipasi dalam Canton Fair kali ini berasal dari mancanegara dengan variasinya mencetak rekor tertinggi, yang menandai pluralisasi dan globalisasi pesta perdagangan tersebut. Hal ini menjadi sangat mencolok lebih-lebih di tengah merosotnya ekonomi dunia serta perdagangan dan investasi secara global.

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dalam laporan Trade Statistics and Outlook yang dirilis pada 23 Juni lalu menunjukkan, volume perdagangan barang global pada kuartal pertama tahun ini menurun sebesar 3 persen. Diperkirakan angka itu akan anjlok sebesar 18,5 persen pada kuartal kedua. Nyata sekali, Canton Fair telah membawa secercah harapan bagi ekonomi dunia yang melesu selama ini.

Penyelenggaraan pekan raya barang-barang komoditi ekspor dan impor yakni Canton Fair di tengah maraknya pandemi virus corona merupakan salah satu upaya Tiongkok untuk mendorong keterbukaan lebih lanjut di level lebih tinggi. Di satu piihak, kemajuan teknik seperti teknologi telekomunikasi generasi kelima, cloud computing, Big Data dan kecerdasan buatan atau AI telah menyediakan kemungkinan bagi keterbukaan Tiongkok pada level lebih tinggi.

Melalui Canton Fair virtual, barang-barang komoditi dapat diperagakan dalam aneka bentuk secara daring. Khususnya promosi barang dagangan melalui live streaming dan endorcemen online oleh “pembawa acara” telah menuai pujian merata berbagai pihak peserta.

Di pihak lain, pemerintah Tiongkok telah merilis banyak kebijakan untuk meningkatkan layanan HaKI, jasa moneter, kepabeanan serta kunjungan personel. Biro Umum Kepabeanan Tiongkok pada pertengahan bulan Juni melakukan uji coba pengawasan ekspor terhadap bisnis B2B, atau dengan kata lain barang komoditas yang diperdagangkan secara daring melalui platform Canton Fair dapat mengurus prosedur kepabeanan melalui pola baru yang diujicoba di 10 pos pelintas batas di Beijing, Tianjin dan Guangzhou.

Jumlah perusahaan peserta dari negara-negara sepanjang jalur Satu Sabuk Satu Jalan terus bertambah, dengan proporsinya mencapai 72 persen dari semua perusahaan peserta. Sedangkan komoditi yang dipamerkannya mencapai 83 persen dari semua barang komoditas yang diperagakan secara virtual.

Sebagai negara dengan volume perdagangan barang terbesar di dunia, Tiongkok berusaha menstabilkan perdagangan luar negeri. Hal ini akan memainkan peranan penting bagi kestabilan perdagangan dan ekonomi dunia. Kesuksesan Canton Fair akan menguntungkan perdagangan luar negeri Tiongkok, sekaligus menstabilkan rantai pasokan internasional, sehingga akan berpotensi membentuk konfigurasi perkembangan baru yang tidak hanya menguntungkan Tiongkok, tapi juga seluruh dunia.

Di tengah pandemi saat ini, perekonomian dunia membutuhkan daya pendorong daripada waktu kapan pun. Tiongkok yang terbuka akan terus memberikan kontribusinya demi pemulihan ekonomi global.

favorite 1 likes

question_answer 1 Updates

visibility 214 Views

Update
Live now
Selasa, 30 Juni 2020 11:57

Related News
He Junyao: Mendukung polisi dan melindungi hukum
Tersangka yang melanggar UU Keamanan Nasional Hong Kong akan diadili
Para perusuh Hong Kong lari tunggang langgang, intrik AS sia-sia belaka
×