Selasa, 20 Oktober 2020 08:48

Ketangkasan dan ketegasan jadi kunci kesuksesan Tiongkok dalam penanganan COVID-19

Luar Negeri

Belum lama yang lalu Kota Qingdao, Tiongkok timur mengalami lonjakan kasus virus corona yang terjadi secara sporadis. Walaupun beberapa kasus positif sudah terdeteksi dan terkontrol, namun tetap menarik sorotan media asing, bahkan ada media asing yang memfitnah Tiongkok gagal mengontrol penyebaran virus corona dan Tiongkok berpotensi menghadapi putaran kedua serangan wabah virus corona.

Kepada media-media yang bermaksud jahat, kami berjanji bahwa lonjakan kasus virus corona secara masif di Tiongkok mustahil terjadi. Hal ini ditentukan oleh ketangkasan dan ketegasan berbagai badan pemerintah dalam menanggulangi pandemi COVID-19, juga ditentukan oleh semangat bersatu padu rakyat Tiongkok.

Pertama, pemerintah berbagai tingkat Tiongkok mempunyai pengalaman yang melimpah dalam melaksanakan aksi secara tangkas dan tegas. Dari awalnya sejak wabah virus corona terdeteksi di kota Wuhan, berbagai badan pemerintah dan kesatuan medis Tiongkok segera beraksi dan telah memiliki banyak pengalaman dalam perjuangan melawan pandemi COVID-19.

Deteksi awal, diagnosa awal dan isolasi awal serta perawatan awal merupakan pengalaman Tiongkok untuk memerangi wabah virus corona. Berbagai otoritas kota Wuhan beraksi secara bersatu, dengan cepat memutuskan rantai penyebaran virus corona. Sementara itu, berbagai kota lainnya segera memberikan bantuan dengan mengirim tenaga medis maupun barang batuan ke kota Wuhan, sehingga wabah virus corona terkontrol dalam waktu relatif singkat.

Pada Juni lalu Beijing juga mengalami lonjakan kasus klaster virus corona di lingkup yang kecil. Pemerintah Beijing menangani kasus tepat pada waktunya dan berhasil mengendalikan penyebaran virus dalam waktu pendek.

Masih di kota Qingdao. Setelah terdeteksi 12 kasus positif virus corona, Qingdao segera melakukan tes atau pemeriksaan asam nukleat terhadap 9 juta warga dalam waktu lima hari. Hal ini sekali lagi membuktikan ketangkasan dan ketegasan pemerintah berbagai tingkat Tiongkok dalam menangani berbagai insiden publik yang terjadi secara mendadak.

Scott Gottlieb, mantan Direktur Jenderal FDA AS belum lama lalu mengatakan kepada media pers bahwa pemerintah AS untuk selama-lamanya tidak akan melakukan protokol kesehatan yang sama ketatnya dengan Tiongkok karena pemerintah AS tidak mampu dan tidak berdaya, dan biarpun pemerintah AS memiliki kemampuan yang sama, dia tidak akan melakukannya sebaik dengan pemerintah Tiongkok.

Kedua, semangat bersatu padu dan kepatuhan masyarakat Tiongkok. Baik di Wuhan maupun Beijing, ataupun di Qingdao, kebijakan atau aksi apa pun yang diambil oleh pemerintah akan didukung oleh masyarakat yang sangat disiplin. Mereka percaya pada pemerintah dan tanpa syarat memenuhi himbauan pemerintah. Mereka melakukan isolasi mandiri di rumah atau di tempat rujukan, menjalani perawatan sesuai dengan protokol kesehatan, dan telah memperlihatkan persatuan yang tiada taranya sepanjang waktu.

Media pers Jerman melaporkan, “Inilah pola Wuhan!”. CNN AS melaporkan bahwa “rakyat Qingdao tidak pernah mengeluh gara-gara pandemi COVID-19”. Rakyat Tiongkok menunjukkan persatuan dan kepatuhan yang luar biasa di hadapan kesulitan dan krisis, dan inilah unsur terpenting mengapa Tiongkok bisa mengalahkan pandemi COVID-19.

Vaksin virus corona buatan Tiongkok akan dipasarkan tak lama lagi. Hal ini akan membawa harapan bagi masyarakat internasional untuk mengatasi penularan pandemi secara massal. Dibanding sejumlah negara tertentu, Tiongkok tengah melakukan “pencegahan wabah oleh seluruh masyarakat”, bukan “kekebalan kolektif”. Daily Telegraph Inggris dalam laporannya mengajukan pertanyaan “mengapa Tiongkok bebas dari putaran kedua wabah virus corona”? Ketangkasan pemerintah berbagai tingkat serta kepatuhan masyarakat yang saling mendukung merupakan kunci kesuksesan Tiongkok. Nanti sejalan dengan diterapkannya vaksinasi massal, Tiongkok akan mampu memberikan kontribusi lebih besar kepada dunia untuk mencegah penularan masif virus corona.

favorite 0 likes

question_answer 0 Updates

visibility 74 Views

Update
No Update Available
Related News
Empat Pertama untuk Wahana Cheng’e-5
Tiongkok yang terbuka terus perluas jaringan pertemanan
44 tahun ke depan, manusia akan ambil sampel dari bulan dengan Wahana Chang’e-5
×